AUTOINDO.ID, TANGERANG–Industri otomotif Indonesia tengah berdiri di persimpangan penting. Kendaraan listrik tak lagi semata soal teknologi ramah lingkungan atau tren global, melainkan soal siapa yang benar-benar mampu menjadikannya produk rakyat berbasis industri nasional. Di titik inilah kehadiran Geely EX2 di Indonesia memperoleh makna yang lebih besar dari sekadar peluncuran model baru.
Saat Geely EX2 resmi mengaspal, narasi kendaraan listrik perlahan bergeser: dari barang mahal dan eksklusif menuju produk yang diklaim terjangkau, diproduksi lokal, dan menyasar pasar massal. Namun, di balik optimisme itu, muncul pertanyaan kunci—apakah Indonesia siap menjadikan mobil listrik sebagai fondasi industrialisasi baru, atau hanya menjadi pasar konsumsi teknologi global?
Dalam pengumuman strategis di Tangerang pada 20 Januari 2026, Geely Auto Indonesia menegaskan komitmen jangka panjangnya melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen. Target ini menempatkan Geely sebagai salah satu produsen otomotif asal Tiongkok yang paling agresif dalam mendorong keterlibatan industri dalam negeri.
“Sejak kembali hadir di awal 2025, kami tidak hanya membawa produk, tetapi juga komitmen jangka panjang. Peningkatan TKDN hingga 60 persen adalah bukti keseriusan Geely membangun industri otomotif Indonesia,” tutur Evin Ye, Vice President of Geely Automobile International Corporation.
Dari Strategi Harga ke Respons Pasar
Komitmen tersebut diperkuat lewat strategi harga. Dalam acara di kawasan Spike Dome, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Geely mengumumkan harga EX2 mulai Rp 229 juta OTR Jakarta—angka yang menempatkannya di zona krusial antara kendaraan listrik dan mobil konvensional entry-level. Harga khusus bagi 2.000 konsumen pertama itu hingga 15 Februari 2026 semakin menegaskan ambisi Geely menjangkau pasar luas.
Respons konsumen datang relatif cepat. Sejak masa pre-booking dibuka pada November 2025, sekitar 1.500 surat pemesanan kendaraan (SPK) tercatat. Angka ini bukan sekadar statistik penjualan awal, melainkan sinyal perubahan persepsi pasar: kendaraan listrik mulai dipertimbangkan sebagai opsi rasional, bukan lagi sekadar simbol gaya hidup.
“EX2 mendapatkan sambutan yang sangat baik. Ini membuktikan bahwa kendaraan listrik dengan harga kompetitif dan kualitas global punya tempat besar di Indonesia,” kata Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director of Geely Auto Indonesia.
Produksi Lokal dan Tantangan Nyata TKDN
Geely EX2 dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta. Dengan dimensi kompak—panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.580 mm, serta wheelbase 2.650 mm—EX2 diposisikan sebagai kendaraan perkotaan yang praktis dan efisien. Namun, nilai strategisnya justru terletak pada proses produksinya.
Target TKDN 60 persen menuntut kesiapan rantai pasok domestik, terutama pada komponen bernilai tinggi seperti baterai, sistem kelistrikan, dan perangkat elektronik. Selama komponen inti tersebut masih bergantung pada impor, upaya industrialisasi berisiko berhenti pada tahap perakitan.
Di sinilah EX2 berfungsi sebagai uji nyata kebijakan kendaraan listrik nasional. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari penjualan, tetapi dari sejauh mana industri lokal mampu naik kelas dan terintegrasi dalam rantai nilai global kendaraan listrik.

Fitur Global, Standar Baru di Segmen Massal
Dari sisi teknologi, Geely EX2 hadir dengan fitur yang umumnya ditemui di segmen lebih tinggi, seperti kamera panoramik 540 derajat, Advanced Driver Assistance System (ADAS), serta Geely Battery Safety System. Desain Smiling Front Grille dan lampu LED Feather-Flow memperkuat identitas modern yang fungsional.
“Kami ingin semakin banyak masyarakat Indonesia mencoba langsung pengalaman berkendara kendaraan listrik Geely dan merasakan kualitas yang kami tawarkan,” tambah Evin Ye.
Pendekatan ini menunjukkan strategi Geely dalam menaikkan standar kendaraan listrik massal, sehingga konsumen tidak lagi memandang mobil listrik sebagai produk kompromi.
Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Produk
Keseriusan Geely tidak berhenti pada EX2. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan pengembangan 80 jaringan diler resmi dari 35 diler yang telah beroperasi. Program layanan purna jual “Geely Care+” disiapkan untuk memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik dalam jangka panjang.
Rencana kehadiran merek premium ZEEKR dan Lynk & Co juga memperlihatkan upaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang berlapis—dari segmen massal hingga premium—sekaligus mempercepat transfer teknologi dan peningkatan standar layanan di pasar domestik.
Geely EX2 hadir membawa pendekatan baru dalam elektrifikasi otomotif nasional. Melalui produksi lokal, target TKDN, dan kampanye “Geely EX2 Extra Fun 2 You”, Geely menerjemahkan tema Happiness Brought to Life ke dalam pengalaman berkendara yang relevan, terjangkau, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Jika konsistensi ini terjaga, EX2 berpeluang menjadi bagian penting dari transformasi industri kendaraan listrik Indonesia.







