AUTOINDO.ID, NTT–Maumere kini tidak hanya menjadi titik penting di peta Indonesia Timur, tetapi juga mulai dikenal sebagai ruang tumbuh bagi calon tenaga kerja industri kendaraan niaga. Dari sebuah kampus vokasi di Nusa Tenggara Timur, pembelajaran tidak lagi berhenti pada teori dan simulasi, melainkan bergerak lebih nyata—langsung menyentuh teknologi yang digunakan di lapangan.
PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan vokasi. Mengusung tema “CSR Hino Indonesia: Pengembangan SDM Unggul melalui Dukungan Sarana Pembelajaran Kendaraan Niaga”, Hino menjalin kolaborasi strategis bersama Politeknik Cristo Re, Maumere, Nusa Tenggara Timur.
Seremoni penyerahan CSR mesin dan komponen kendaraan Hino dilakukan langsung oleh Pieter Andre, Training Division Head HMSI, bersama Iwan Gunarso, Direktur PT Indomobil Prima Niaga (IPN) kepada RD. Doni Migo, Direktur Politeknik Cristo Re, bertempat di Kampus Politeknik Cristo Re, Jl. Lero Wulan, Wairklau, Maumere. Dalam program ini, Hino menyerahkan dukungan berupa satu unit mesin Hino 500 Series tipe J08C, transmisi MX 06, serta axle SH17 untuk sarana pembelajaran praktik mahasiswa.
Mesin Hino J08C merupakan salah satu mesin andalan untuk medium duty truck Hino 500 Series yang telah teruji di berbagai sektor, mulai dari logistik, pertambangan, konstruksi, hingga transportasi jarak jauh. Dipadukan dengan transmisi MX 06 dan axle SH17, paket ini mencerminkan filosofi Quality, Durability, and Reliability (QDR) yang selama ini menjadi fondasi produk Hino.
Pieter Andre menegaskan bahwa dukungan ini bukan sekadar bantuan alat, melainkan investasi untuk kesiapan generasi muda. “Melalui program CSR dan Hino Vocational Partnership Program ini, Hino Indonesia berkomitmen untuk mendukung pengembangan kompetensi generasi muda agar siap menghadapi kebutuhan industri kendaraan niaga yang terus berkembang. Dukungan sarana praktik yang kami berikan diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami teknologi dan standar kerja di dunia industri secara langsung, sehingga mereka lebih siap saat terjun ke dunia kerja,”.

Program ini terhubung dengan Hino Vocational Partnership Program (HVPP), inisiatif strategis yang menjembatani kebutuhan industri kendaraan niaga dengan dunia pendidikan vokasi. Hino mendorong lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kompetensi manajerial sesuai standar industri, terutama di layanan purna jual.
Iwan Gunarso menambahkan bahwa “Kesiapan SDM unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya di bidang otomotif kendaraan niaga merek HINO sangat dibutuhkan dalam memberikan layanan 3S (Sales, Service, Sparepart) yang dapat diandalkan untuk kepuasan pelanggan.”
Bagi Politeknik Cristo Re, dukungan ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan relevansi pembelajaran. “Kolaborasi dengan Hino Indonesia menjadi langkah strategis bagi Politeknik Cristo Re dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi. Dukungan berupa engine dan komponen kendaraan niaga yang digunakan langsung di industri sangat membantu mahasiswa untuk memahami sistem kerja kendaraan komersial secara nyata. Kami optimistis kerja sama ini akan memperkuat kompetensi lulusan agar lebih siap bersaing di dunia kerja,” ujar, RD. Doni Migo.
Melalui sinergi ini, Hino Indonesia berharap kontribusi industri dapat semakin merata—membuka akses pembelajaran berkualitas, sekaligus mencetak tenaga profesional yang siap kerja dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Indonesia Timur.












