AUTOINDO.ID, BANYUWANGI–Kearifan lokal dan denyut tradisi masyarakat Osing di Desa Kemiren, Banyuwangi, kini bukan lagi sekadar warisan sejarah yang pasif. Lewat sentuhan pemberdayaan terpadu, PT Astra International Tbk melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) berhasil membuktikan bahwa pelestarian adat mampu menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi warga yang mandiri dan berkelanjutan.
Di desa ini, riuh kesenian Gejog Lesung, keharuman aroma Kopi Osing yang disangrai secara tradisional, hingga keanggunan Tari Gandrung tidak hanya menjaga identitas leluhur.
Elemen-elemen budaya tersebut dipadukan secara harmonis dengan penguatan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan sejak tahun 2024. Hasilnya, ekonomi kerakyatan tumbuh pesat tanpa merusak akar tradisi setempat.
Potensi besar ini mendapat apresiasi langsung dalam kunjungan kerja Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, bersama jajaran pemerintah daerah dan manajemen Astra pada Sabtu (25/7). Kunjungan tersebut menegaskan posisi Kemiren sebagai *role model* destinasi wisata budaya nasional.
“Terima kasih kepada Astra yang telah mendukung dan membina Desa Sejahtera Astra Kemiren. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengembangan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis budaya,” tutur Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana.

Dalam kesempatan tersebut, Astra menyerahkan bantuan 20 unit komposter, 50 paket perlengkapan *homestay*, serta pembangunan amfiteater sebagai wadah pementasan seni. Langkah ini semakin mengukuhkan komitmen Astra dalam menciptakan nilai tambah sosial-ekonomi bagi masyarakat.
“Merupakan suatu kehormatan bagi Astra menerima kehadiran Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ke Desa Sejahtera Astra Kemiren. Kunjungan ini menjadi apresiasi terhadap semangat masyarakat yang terus menjaga budaya Osing sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan desa wisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Astra berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh sehingga budaya Osing tetap lestari dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.
Dampak pemberdayaan ini terbukti nyata secara numerik. Lebih dari 300 warga kini aktif menjadi penggerak utama desa wisata. Kehadiran 50 *homestay* (92 kamar), 40 UMKM kuliner dan kerajinan, serta 40 anggota Pokdarwis telah menggerakkan roda ekonomi desa, hingga memicu lonjakan pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis sebesar 33%.
Keberhasilan Desa Sejahtera Astra Kemiren mengawinkan tradisi dan profesionalisme juga membuahkan pengakuan dunia. Setelah mengantongi penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan ASEAN Tourism Award 2025, desa ini resmi terpilih dalam *The Best Tourism Village Upgrade Program 2025* tingkat internasional. Sebuah bukti nyata bahwa ketika budaya dijaga, kesejahteraan akan tercipta sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa.












