AUTOINDO.ID, JAKARTA–Kendaraan listrik berdesain distinctive dengan kapabilitas jelajah tinggi kini menjadi standar baru mobilitas urban maupun petualangan di tanah air, sebagaimana dibuktikan oleh iCAR Indonesia. Lewat lini iCAR V23, peta persaingan pasar otomotif nasional mencatatkan fenomena menarik. Varian tertinggi, yakni Tipe Z yang dibanderol Rp529,9 juta (OTR Jakarta), justru mendominasi dan menyumbang lebih dari 60% total penjualan retail hingga September 2026. Angka ini mengungguli dua saudaranya, Tipe X (Rp399,9 juta) dan Tipe Y (Rp499,9 juta).
Kecenderungan pasar tersebut menegaskan adanya pergeseran paradigma. Pembeli tak lagi sekadar berhitung soal efisiensi daya atau nominal harga, melainkan berani berinvestasi lebih demi paket performa dan identitas berkendara yang utuh.
“Pilihan konsumen terhadap V23 tipe Z menjadi insight yang menarik bagi kami. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen iCAR tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga melihat value secara menyeluruh, termasuk performa, teknologi, kelengkapan fitur, serta karakter kendaraan yang mereka dapatkan. Bagi kami, tren ini juga menunjukkan semakin kuatnya apresiasi konsumen Indonesia terhadap produk yang menawarkan produk otomotif yang lebih premium,” tutur Bayu Apriadi, Regional Sales Manager iCAR Indonesia.
Secara teknis, kejayaan Tipe Z ditopang oleh keunggulan mekanis yang mantap. Dibekali sistem penggerak iWD dan baterai jumbo 81,76 kWh, varian ini sanggup memuntahkan tenaga hingga 155 kW (211 PS). Jarak tempuhnya pun sangat fleksibel untuk perjalanan jarak jauh, mampu melaju sejauh 430 km berdasarkan pengujian NEDC atau mencapai 501 km dalam standar CLTC. Urusan pengisian daya juga dirancang efisien, hanya membutuhkan waktu sekitar 42 menit.

Sebagai SUV listrik sejati, iCAR V23 Tipe Z dibekali postur tangguh: approach angle 43 derajat, departure angle 41 derajat, ground clearance 210 mm, serta paduan ban kekar 265/45 R21. Personalisasi pengemudi kian optimal berkat enam mode berkendara (ECO, Comfort, Slippery, Sport, Off-Road, dan Individual) serta ketersediaan lebih dari 20 modular plug-and-play untuk modifikasi tanpa batas.
Antusiasme tinggi terhadap varian tertinggi ini menjadi pemecah stigma lama. Konsumen otomotif Indonesia kini makin dewasa, berani tampil beda, dan menuntut fungsi tanpa mengorbankan estetika.












