AUTOINDO.ID, JAKARTA–Presisi desain eyewear kontemporer yang memadukan simbolisme elang dinamis dengan karakter tangguh dunia balap kelas dunia kini resmi diperkenalkan oleh De Rigo melalui lini lifestyle Police. Langkah strategis ini diwujudkan dengan menggandeng pembalap Red Bull KTM Tech3, Enea Bastianini, sebagai brand ambassador global. Kolaborasi ini memperkuat pijakan Police dalam memadukan adrenalin lintasan balap MotoGP dengan mengekspresikan karakter gaya hidup masa kini.
Kemitraan tersebut melahirkan koleksi Police Unlocked yang menerjemahkan ulang logo ikonik elang (eagle) menjadi elemen struktural arsitektur kacamata. Detail logam yang menghubungkan bingkai depan dengan tangkai kacamata dirancang menyerupai kepakan sayap terbuka, menghadirkan estetika yang dinamis sekaligus berkarakter tegas.
Tiga varian utama menjadi sorotan dalam seri ini. Seri SPLU77 tampil dengan bentuk rectangular berbahan acetate yang menyuarakan ketegasan. Seri SPLU78 mengusung garis desain fluid berstruktur titanium yang ringan, ideal untuk tampilan urban modern yang nyaman dan anggun. Sementara itu, seri SPLU79 memadukan elemen geometris dengan sentuhan mode yang kuat bagi individu yang berani tampil berbeda.
Selama musim 2026, kacamata ini akan menemani aktivitas Bastianini di dalam maupun di luar paddock MotoGP, mempertegas pertautan antara performa dan ekspresi diri.

Direktur PT Intikatama selaku distributor Police di Indonesia, Giorgio Pratadaja, menegaskan bahwa nilai-nilai dalam arena balap memiliki keterkaitan mendalam dengan filosofi produk mereka. Bagi Police, dunia balap bukan hanya tentang kompetisi dan kecepatan. Di balik setiap balapan terdapat keberanian untuk mendorong batas, presisi dalam setiap keputusan, serta kebebasan untuk menunjukkan karakter. Nilai-nilai tersebut menjadi titik temu antara Police dan Enea Bastianini.
Dari sisi konsep dan estetika rancangan, kesatuan desain koleksi baru ini dijabarkan secara detail oleh perwakilan merek. Dalam koleksi ini, simbol tersebut tidak sekadar menjadi logo, tetapi diolah menjadi bagian struktural dari desain eyewear. Detail metal yang menghubungkan bagian depan frame dengan temples hadir menyerupai sayap yang terbuka, menciptakan kesan dinamis sekaligus memperkuat karakter setiap model, ujar Valentina Olivier.
Penunjukan Bastianini menjadi simbolisasi kuat bahwa kacamata bukan sekadar pelindung mata, melainkan medium pernyataan karakter dan kebebasan mengekspresikan identitas diri.












