AUTOINDO.ID, BALI–Peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional kini memasuki babak baru yang semakin dekat dengan keseharian masyarakat. Kehadiran industri pembiayaan di tengah ruang publik tidak lagi sekadar menawarkan kemudahan transaksi, tetapi bertransformasi menjadi katalisator edukasi finansial yang berkelanjutan. Langkah nyata ini terlihat dari keaktifan pelaku industri dalam merangkul masyarakat luas agar lebih bijak mengelola keuangan demi masa depan yang lebih stabil dan sejahtera.
Momentum penting tersebut tampak jelas dalam perhelatan akbar di Pulau Dewata. Mengusung tema besar mengenai kebijaksanaan dalam berhutang untuk mencapai hidup yang sejahtera, berbagai program interaktif dihadirkan untuk membimbing masyarakat memahami instrumen pembiayaan yang sehat. Kehadiran institusi pembiayaan terkemuka di pusat perbelanjaan Living World Denpasar menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung yang ingin mengeksplorasi ragam solusi finansial, mulai dari kemudahan pembiayaan kendaraan hingga edukasi investasi emas yang aman dan menguntungkan.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung program Otoritas Jasa Keuangan, keterlibatan aktif institusi pembiayaan ini menegaskan bahwa akses kredit harus selalu beriringan dengan pemahaman mendalam. Langkah strategis tersebut tidak hanya berfokus pada perluasan jangkauan layanan, melainkan juga menanamkan kesadaran kolektif agar masyarakat mampu memanfaatkan fasilitas kredit secara produktif dan bertanggung jawab tanpa terjebak dalam risiko finansial.
Komitmen kuat tersebut ditegaskan oleh pimpinan eksekutif perusahaan dalam rangkaian acara pameran akbar di Bali. EVP Corporate Secretary and Corporate Counsel ACC Ikhsan Abdillah mengatakan bahwa keikutsertaan ACC dalam pameran Multifinance Day 2026 ini tidak hanya untuk memperkenalkan beragam produk pembiayaan ACC tetapi juga sebagai salah satu bentuk komitmen ACC dalam mendukung inklusi keuangan. ACC melihat inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemudahan akses terhadap layanan pembiayaan, tetapi juga perlu diiringi dengan pemahaman mengenai penggunaan kredit secara bijak dan bertanggung jawab. Sejalan dengan misi perusahaan untuk mempromosikan kredit demi kehidupan yang lebih baik, upaya mendekatkan layanan ini sekaligus mendorong pemahaman bahwa kredit dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung kebutuhan dan tujuan finansial.
Melalui pendekatan edukatif yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk sesi diskusi mendalam seputar investasi emas yang aman dan terukur, gerakan inklusi keuangan ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Sinergi antara penyedia layanan pembiayaan dan kesadaran literasi publik menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan finansial nasional yang tangguh di masa depan.












