AUTOINDO.ID, JAKARTA–Perjalanan sejauh 125 Km melewati kontur jalan ekstrem pegunungan yang nanjak, menurun dan banyak tikungan, kini bukan lagi monopoli motor konvensional berbahan bakar minyak. Bukti nyata tersebut tersaji ketika 40 jurnalis otomotif nasional yang sebagian besar mengendarai motor konvensional berdampingan dengan dua unit motor listrik dalam agenda touring melintasi rute menantang sejauh 125 Km dari ibu kota menuju kawasan Puncak, Bogor. Ajang pembuktian ketahanan mesin ini sekaligus memvalidasi sejauh mana kemampuan jelajah kendaraan ramah lingkungan dalam menghadapi medan bervariasi mulai dari tanjakan dan turunan curam hingga jalanan berpasir.
Sepeda motor yang menjadi pusat perhatian dalam agenda turing perdana KomPressor Pena tersebut adalah Indomobil eMotor Tyranno, motor listrik bergaya petualang besutan PT Indomobil Emotor Internasional. Sepanjang perjalanan melintasi jalur menanjak dari Cigombong hingga kawasan Megamendung, motor listrik multipurpose ini mampu mengimbangi kecepatan rombongan motor konvensional di kisaran 60Km hingga 70Km tanpa kendala berarti.
Keandalan daya tahan baterai serta kenyamanan suspensi menjadi sorotan utama para peserta touring yang merasakan langsung performa optimal di berbagai kondisi jalan. Pengalaman berkendara jarak jauh ini turut dibagikan oleh Ferry Fansuri, jurnalis dari Jadwalbalap.com, yang merasakan efisiensi luar biasa sejak titik keberangkatan awal di Jakarta. Dari kondisi baterai sembilan puluh delapan persen, ia menempuh jarak puluhan kilometer menuju titik persinggahan di Dealer Nissan, Yasmin, Bogor dan mendapati sisa daya yang masih memadai.

(photo : Istimewa)
“Dari kondisi baterai 98%, saya menempuh jarak 41 km menuju Dealer Nissan Yasmin, Bogor dan tersisa 48%. Di Nissan Yasmin sangat memudahkan karena tersedia fasilitas fast charging—hanya butuh waktu sekitar 30 menit, baterai sudah kembali terisi penuh 100%,” tutur Ferry. Ia menambahkan, “Dari sisi performa, Tyranno sangat nyaman dan bertenaga di tanjakan. Yang penting kita paham treatment berkendaranya, terutama respons sistem cut-off otomatis saat pengereman. Selama perjalanan 125 km dengan kombinasi mode Eco dan Sport, Tyranno mampu mengimbangi kecepatan rombongan motor konvensional di kisaran 60–70 km/jam.”
Di sisi lain, performa optimal saat melibas jalur pegunungan juga dikonfirmasi oleh Siska Febriana, jurnalis Rodagilas.com, yang menguji ketangguhan kendaraan tersebut pada medan bebatuan dan aspal menanjak. “Motornya sangat powerful saat melibas tanjakan, bahkan cukup menggunakan mode Comfort saja sudah sangat aman dan bertenaga. Dari medan aspal, bebatuan, hingga pasir, Tyranno terbukti sangat andal,” terang Siska. Siska juga menyambut positif fleksibilitas opsi pengisian daya serta pembaruan fitur teknologi pada unit Tyranno. “Pengisian daya cepat dari 6% hingga 100% hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit. Selain itu, fitur konektivitas yang kini mendukung Apple CarPlay membuat navigasi smartphone jadi lebih ringkas dan praktis di panel instrumen,” tambahnya.

Menanggapi keberhasilan uji ketahanan ini, Pius Wirawan, CEO PT Indomobil Emotor Internasional, menegaskan visi di balik kehadiran produk unggulannya tersebut bagi masyarakat luas. “Melalui Tyranno, Indomobil eMotor ingin membuktikan bahwa motor listrik tak hanya soal efisiensi, tetapi juga keberanian menjelajah. Tyranno dirancang khusus bagi mereka yang ingin menghadapi tantangan jalanan tanpa mengorbankan gaya, kenyamanan, dan teknologi modern,” ujar Pius.
Melalui pembuktian di jalur ekstrem Jakarta hingga Bogor, inovasi kendaraan listrik nasional ini berhasil menetapkan standar baru dalam hal kenyamanan, ketahanan daya, serta adopsi teknologi modern bagi para pecinta petualangan roda dua di tanah air.












