AUTOINDO.ID, PURWAKARTA–Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas manufaktur di dalam negeri. Salah satu langkah terbaru datang dari segmen otomotif, ketika model kendaraan listrik mulai dirakit secara lokal dengan tingkat kandungan komponen dalam negeri yang semakin signifikan.
Geely Auto Indonesia resmi memulai perakitan lokal Geely EX2 di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat. Model ini menjadi kendaraan ketiga dalam portofolio produksi lokal Geely di Indonesia. Sebelumnya, Geely telah menyelesaikan tahap trial production pada Mei 2025, dilanjutkan dengan perakitan Starray EM-i pada September, serta Geely EX5.
Dengan kapasitas produksi mencapai 60 unit per hari, perakitan lokal Geely EX2 menandai perluasan aktivitas manufaktur Geely di Indonesia. Kolaborasi strategis dengan PT HIM sekaligus menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperkuat fondasi industri otomotif nasional, khususnya pada segmen kendaraan listrik, serta keyakinan terhadap potensi Indonesia sebagai pasar utama di Asia Tenggara.

“Sejak program pre-booking dibuka pada November 2025, Geely EX2 mendapatkan respons yang sangat positif dengan lebih dari 1.000 SPK. Dalam waktu dekat kami akan mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia. Melalui strategi lokalisasi dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 46,5%, kami siap menjawab permintaan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas global yang dirakit secara lokal,” tutur Wu Chuxing, CEO Geely Auto Indonesia.
Selain perakitan kendaraan, Geely juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui kolaborasi dengan industri lokal. Salah satunya adalah kerja sama dengan Gotion dalam penyediaan battery cell untuk Geely EX2. Kemitraan ini dinilai berperan penting dalam membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.
Dari aspek teknologi dan keselamatan, Geely EX2 dibekali baterai dengan teknologi Cell-to-Pack (CTP) yang terintegrasi dengan Geely Battery Safety System serta sistem pendingin berbasis cairan. Seluruh standar keselamatan dan sertifikasi mengacu pada protokol global Geely guna memastikan tingkat keamanan yang konsisten bagi konsumen.
Di lini produksi, penguatan kualitas manufaktur dilakukan melalui pelatihan teknis intensif, program berbagi pengetahuan, serta pendampingan langsung dari tim global Geely kepada tenaga kerja lokal. Proses produksi menerapkan Geely Manufacturing Enterprise System (GMES) untuk menjaga konsistensi kualitas, sementara setiap unit Geely EX2 wajib melalui pengujian menyeluruh, termasuk validasi sistem advanced driver assistance system (ADAS).
Geely EX2 merupakan model yang telah mencatat kinerja penjualan signifikan di pasar global. Dikenal sebagai Geely Xingyuan untuk versi left-hand drive (LHD), kendaraan ini membukukan penjualan lebih dari 465 ribu unit di Tiongkok sepanjang 2025. Capaian tersebut menjadi indikator kuat atas penerimaan pasar terhadap desain, efisiensi, dan teknologi yang kini dibawa Geely EX2 ke pasar Indonesia.








