AUTOINDO.ID, TANGERANG–Di tengah pesatnya perubahan industri otomotif global, Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 hadir bukan sekadar sebagai ajang pameran, tetapi sebagai cerminan semangat kemajuan industri roda dua Indonesia. Bertempat di ICE BSD, gelaran yang berlangsung hingga 28 September 2025 ini menjadi titik temu antara inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor.
Di mata Kementerian Perindustrian (Kemenperin), IMOS 2025 memiliki makna strategis yang melampaui sekadar etalase produk. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menegaskan bahwa acara ini diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi penguatan industri dalam negeri.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada AISI selaku penyelenggara serta seluruh peserta IMOS 2025. Semoga rangkaian kegiatan ini memberi manfaat luas, mendorong inovasi, sekaligus memperkuat daya saing industri sepeda motor nasional di tengah dinamika pasar global,” tutur Faisol dalam keterangan resminya, Kamis (25/9/2025).
Menurut Faisol, gelaran seperti IMOS dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan hasil karya anak bangsa sekaligus mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan. Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendukung upaya industri otomotif agar tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi dan efisiensi energi.
Industri yang Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan
Optimisme serupa juga disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Johannes Loman, yang melihat masa depan industri roda dua Indonesia masih sangat cerah. Ia menilai dukungan pemerintah menjadi kunci penting dalam menjaga momentum pertumbuhan sektor ini.
“Dengan dukungan pemerintah, industri roda dua Indonesia masih memiliki potensi besar untuk tumbuh. Meski menghadapi berbagai tantangan, industri sepeda motor Tanah Air tetap menunjukkan ketangguhan dan daya adaptasi, salah satunya terlihat dari data penjualan,” jelas Loman.
Hingga Agustus 2025, penjualan domestik sepeda motor telah menembus 4,2 juta unit, menandakan bahwa kendaraan roda dua masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Indonesia. Tren ini memperlihatkan bagaimana sepeda motor bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan kebutuhan ekonomi masyarakat luas.

Menyatukan Teknologi, Keamanan, dan Keberlanjutan
Dengan mengusung tema “Rides That Truly Matter: Smart, Safe, Sustainable, and Efficient”, AISI berkomitmen menjadikan IMOS 2025 sebagai sarana edukasi dan inspirasi. Tidak hanya menampilkan 21 merek sepeda motor ternama, acara ini juga menggandeng lebih dari 50 industri pendukung, mulai dari apparel, aksesori, pelumas, teknologi digital, hingga suku cadang.
Menurut Loman, keberagaman peserta tersebut mencerminkan ekosistem otomotif yang semakin matang dan saling terhubung. IMOS bukan hanya tempat memamerkan motor baru, tetapi juga wadah bagi para pelaku industri untuk membangun jejaring, menemukan mitra, dan mempopulerkan teknologi masa depan yang ramah lingkungan.
Salah satu sorotan tahun ini adalah peluncuran Suzuki Access dan Yamaha Xmax Tech Max, dua model anyar yang menunjukkan bagaimana produsen terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan pasar yang kian dinamis.
Lebih dari Sekadar Pameran
Bagi sebagian orang, IMOS mungkin terlihat seperti ajang unjuk produk dan desain terbaru. Namun di balik gemerlap lampu pameran, tersimpan tekad kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam industri otomotif dunia. Setiap motor yang ditampilkan membawa pesan: bahwa industri nasional siap melangkah ke era baru, era mobilitas cerdas, aman, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah, sinergi pelaku industri, serta semangat inovasi yang terus tumbuh, IMOS 2025 bukan sekadar pameran melainkan simbol pergerakan menuju masa depan industri roda dua Indonesia yang lebih hijau, efisien, dan kompetitif di kancah global.







