AUTOINDO.ID, LOMBOK–Di tengah kalender MotoGP 2026 yang panjang dan penuh tekanan, satu titik di Asia Tenggara berpotensi menjadi panggung penentuan arah sejarah musim balap dunia. Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, hadir bukan sekadar sebagai tuan rumah, melainkan sebagai episentrum ketegangan, adrenalin, dan peluang penentuan gelar juara dunia MotoGP.
Musim MotoGP 2026 sendiri dibuka sejak akhir Februari di Buriram, Thailand, lalu berkeliling lintas benua—Amerika Selatan, Amerika Utara, Eropa, hingga Asia–Pasifik—sebelum ditutup pada November. Jadwal padat ini membuat setiap seri bernilai krusial, terlebih Mandalika yang berada strategis di antara Motegi, Jepang, dan Phillip Island, Australia. Posisi tersebut menjadikan seri Indonesia pada 9–11 Oktober 2026 sangat menentukan, karena setiap poin yang diraih dapat mengubah peta klasemen menuju akhir musim.
Daya tarik Mandalika tidak hanya terletak pada tensi kompetisi. Sirkuit sepanjang 4,31 kilometer ini menawarkan karakter teknis yang menuntut presisi tinggi, keberanian saat menikung cepat, serta kecermatan membaca kondisi cuaca tropis yang kerap berubah. Tak heran jika pemenang di Mandalika selalu berganti—dari Miguel Oliveira, Francesco Bagnaia, Jorge Martin, hingga Fermín Aldeguer—menunjukkan bahwa sirkuit ini tidak memberi ruang bagi kesalahan sekecil apa pun.
Menonton langsung MotoGP di Mandalika menghadirkan pengalaman yang tak tergantikan. Deru mesin motor berkecepatan lebih dari 300 km/jam, atmosfer tribun yang penuh warna, hingga duel wheel to wheel terlihat begitu nyata. Ditambah latar pantai selatan Lombok, laut biru, dan perbukitan hijau, Mandalika menjadi salah satu sirkuit paling ikonik dalam kalender MotoGP dunia.

Pengalaman tersebut diperkuat dengan berbagai aktivitas pendukung melalui Program Mandalika Experience, mulai dari Riders Parade, Honda ADV Experience, Taxi Ride, hingga festival UMKM dan budaya lokal. MotoGP di Mandalika menjelma menjadi ajang sport tourism yang memadukan olahraga, hiburan, dan promosi pariwisata nasional.
Semua itu dikelola oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA), perusahaan yang ditunjuk oleh Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) untuk mengelola Pertamina Mandalika International Circuit.
Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA, menegaskan pentingnya seri Mandalika dalam kalender MotoGP 2026.
“Dengan jadwal 9–11 Oktober 2026, Mandalika berpeluang bagi pimpinan klasemen mengunci juara MotoGP 2026. Seperti halnya tahun lalu 2025, Pertamina Grand Prix of Indonesia nyaris menjadi arena penobatan Marc Marquez meraih juara dunia, namun berbekal pengalaman dan konsistensi Marc Marquez sepanjang lomba di Motegi, gelar telah dikunci di Motegi, Jepang, seminggu sebelum seri Mandalika,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “MotoGP Mandalika adalah kombinasi sport, hiburan, dan pariwisata. Penonton tidak hanya melihat aksi pembalap terbaik dunia, tetapi juga menikmati Mandalika Experience dan keindahan alam Lombok. Inilah yang membuat MotoGP di Mandalika berbeda dan wajib ditonton langsung.”
Dengan karakter lintasan yang menantang dan atmosfer yang khas, Mandalika bukan hanya menjadi salah satu seri MotoGP, melainkan panggung pembuktian sekaligus kebanggaan Indonesia di mata dunia.







