AUTOINDO.ID, ITALI–Kilau merah matte dengan dua garis putih menjadi pusat perhatian di Palacampiglio, Madonna di Campiglio. Di tengah panorama Pegunungan Dolomites, sebuah motor balap tampil bukan hanya sebagai alat kompetisi, tetapi sebagai simbol perjalanan panjang sebuah merek legendaris. Desmosedici GP edisi khusus ini hadir membawa misi ganda: merayakan satu abad sejarah sekaligus membidik rekor baru di ajang MotoGP musim 2026.
Melalui ajang Campioni in Pista, peluncuran tim berlangsung untuk keempat kalinya berturut-turut di lokasi ikonik tersebut. Motor yang akan digunakan pada seri pembuka MotoGP Thailand, 1 Maret 2026, diperkenalkan dengan balutan Rosso Centenario matte. Dua garis putih pada fairing menjadi pengingat akar sejarah, mulai dari Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport “Marianna” (1955), motor balap yang menandai lahirnya identitas kompetitif pabrikan Borgo Panigale.
Di balik tampilan historis itu, Ducati Lenovo Team datang dengan status sebagai tim pemecah rekor. Musim lalu mereka kembali meraih Triple Crown, mencatat 13 kemenangan dalam satu musim, serta membawa total kemenangan tim menjadi 99 kemenangan MotoGP. Rekor poin sepanjang masa oleh Marc Márquez dengan 545 poin dan enam gelar konstruktor berturut-turut memperkuat posisi Ducati sebagai kekuatan dominan di grid.
Claudio Domenicali, CEO Ducati Motor Holding, menegaskan makna strategis musim ini. “Kami tidak dapat memperkenalkan Ducati Lenovo Team dengan cara lain selain di sini, di lokasi yang spektakuler Madonna di Campiglio, pada momen yang sangat penting bagi kami: peringatan 100 tahun Ducati. Bersama Marc dan Pecco, kami memiliki dua Juara istimewa, didorong oleh motivasi dan tujuan yang sangat kuat, siap mengejar pencapaian baru dan kebangkitan kembali,” ujarnya.

Duet pembalap menjadi pusat perhatian. Marc Márquez datang dengan semangat kebangkitan setelah melewati fase sulit dalam kariernya. “2025 merupakan momen krusial dalam hidup dan karier saya… Malaysia akan menjadi ujian nyata pertama musim ini,” kata Márquez, menegaskan tekadnya untuk kembali menjadi protagonis. Di sisi lain, Francesco Bagnaia membawa determinasi untuk bangkit. “Saya meninggalkan tahun yang penuh tantangan… Musim 2026 akan memiliki makna khusus… Saya menghitung jam hingga sesi tes pertama,” ujar Pecco, menggambarkan antusiasmenya.
Dari sisi teknis dan visi jangka panjang, Luigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse, menekankan bahwa 2026 juga menjadi tahun transisi menuju regulasi baru 2027. “Kami bangga mengenakan Rosso Centenario dan garis putih pada fairing Desmosedici GP terbaru… Bersama seluruh tim, kami siap menghadapi 2026 dengan komitmen dan motivasi maksimal,” jelasnya.
Dengan sejarah yang dirayakan, teknologi yang terus berevolusi, serta duet juara dunia di garasi, Ducati Lenovo Team menatap MotoGP 2026 bukan sekadar sebagai musim balap, tetapi sebagai panggung untuk mengukuhkan satu abad kejayaan dalam warna merah legendaris.







