AUTOINDO.ID, JAKARTA–Kondisi mesin kendaraan sangat ditentukan oleh kualitas dan kondisi oli yang digunakan. Sebagai pelumas utama, oli berperan melindungi komponen mesin dari panas berlebih dan gesekan antarlogam. Namun, seiring pemakaian, oli akan mengalami penurunan kualitas akibat oksidasi, penguapan, serta tercampur sisa pembakaran. Jika tidak diganti tepat waktu, kemampuan oli dalam menjaga performa mesin pun akan menurun.
Melihat pentingnya peran oli dalam menjaga usia dan performa kendaraan, PT Pertamina Lubricants mengingatkan pengendara untuk lebih cermat mengenali waktu yang tepat dalam melakukan penggantian oli, sekaligus memahami tanda-tanda ketika oli sudah tidak lagi bekerja secara optimal.
Secara umum, jarak tempuh sering dijadikan patokan utama dalam mengganti oli. Untuk sepeda motor, penggantian biasanya dilakukan setiap 2.000–3.000 kilometer, sementara mobil berada di kisaran 5.000–15.000 kilometer. Namun, angka ini tidak bersifat mutlak. Jenis pelumas, kondisi jalan, gaya berkendara, hingga ketepatan perawatan rutin turut memengaruhi usia pakai oli.
“Rentang waktu penggantian oli tidak hanya bergantung pada jarak tempuh, tapi juga pada kemampuan pelumas menghadapi beban dari mesin kendaraan dengan kondisi extrim jalanan seperti debu dan kemacetan. Oli full synthetic umumnya memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan jenis mineral. Karena itu, penting bagi pengendara untuk memahami karakteristik oli yang digunakan agar bisa menyesuaikan jadwal penggantian dengan lebih tepat,” tutur Mulianto, Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants.
Selain jarak tempuh, terdapat beberapa tanda yang bisa dirasakan langsung oleh pengendara. Salah satunya adalah suara mesin yang terdengar lebih kasar atau berdengung, yang menandakan lapisan pelindung oli sudah menipis. Tarikan kendaraan yang terasa lebih berat juga dapat menjadi indikasi bahwa aliran oli tidak lagi optimal, sehingga komponen mesin bergerak kurang mulus.
Tanda lainnya adalah suhu mesin yang terasa lebih panas dari biasanya. Kondisi ini menunjukkan gesekan antar komponen meningkat akibat kinerja oli yang menurun. Tak jarang, oli yang sudah melewati masa pakainya juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Untuk membantu pengendara lebih disiplin dalam perawatan kendaraan, Pertamina Lubricants menghadirkan promo Hari Gajian dan Mudah Cuan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026 di lebih dari 2.000 bengkel rekanan di seluruh Indonesia.
Melalui kedua program ini, konsumen yang mengganti oli Pertamina minimal 0,8 liter untuk motor, 3,5 liter untuk mobil, atau 4 liter untuk kendaraan niaga berkesempatan mendapatkan e-voucher MyPertamina atau saldo e-wallet. Promo Hari Gajian berlaku setiap tanggal 1–7, sementara Mudah Cuan hadir pada tanggal 25–30 setiap bulannya.
Melalui program ini, Pertamina Lubricants tidak hanya memberikan keuntungan bagi konsumen, tetapi juga mengajak pemilik kendaraan untuk menjadikan penggantian oli tepat waktu sebagai bagian dari kebiasaan perawatan demi keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi berkendara.








