AUTOINDO.ID, JAKARTA–Kondisi tubuh saat berpuasa menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh pengemudi mobil agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Perubahan pola makan, berkurangnya cairan tubuh, hingga perubahan ritme biologis dapat memengaruhi konsentrasi dan emosi saat berada di balik kemudi. Melihat kondisi ini, pengendara harus lebih waspada terhadap beberapa faktor yang kerap muncul saat berkendara di bulan Ramadan.
Salah satu hal yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Saat menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Jika tetap melakukan aktivitas seperti berkendara, risiko kekurangan cairan akan meningkat. Dampaknya bisa berupa pusing, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas yang tentu dapat mengganggu fokus di jalan. Untuk mengatasinya, pengemudi disarankan memenuhi kebutuhan cairan dengan pola 2-4-2, yaitu dua gelas air saat sahur, empat gelas saat berbuka, dan dua gelas sebelum tidur. Selain itu, membatasi konsumsi kafein, memperbanyak buah dan sayur, serta menghindari aktivitas berat di siang hari juga dapat membantu menjaga kondisi tubuh.
Selain dehidrasi, serangan kantuk juga menjadi tantangan yang cukup sering dialami pengemudi saat berpuasa. Rasa kantuk biasanya muncul pada siang hingga sore hari, sekitar pukul 13.00 hingga 16.00, ketika tubuh mulai merasa lapar dan kekurangan energi. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menurunkan konsentrasi bahkan memicu microsleep saat berkendara. Untuk mengurangi risiko tersebut, pengemudi dianjurkan menjaga waktu tidur minimal enam jam setiap malam, mengatur pola makan saat sahur dan berbuka, serta memanfaatkan waktu istirahat singkat sekitar 30 menit pada siang hari.

Faktor lain yang juga dapat memengaruhi keselamatan berkendara adalah perubahan emosi. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu lama, kadar gula darah dapat menurun dan memengaruhi suasana hati. Beberapa orang menjadi lebih mudah tersinggung atau kurang sabar. Oleh karena itu, menjaga kualitas tidur, mengonsumsi makanan tinggi serat dan protein saat sahur, serta menghindari makanan tinggi gula menjadi langkah yang dapat membantu menjaga stabilitas energi dan emosi. Mendengarkan musik favorit atau tetap mematuhi aturan lalu lintas juga bisa membantu menjaga ketenangan selama perjalanan.
Menjelang waktu berbuka, kemacetan lalu lintas juga sering menjadi tantangan tersendiri. Banyaknya kendaraan yang ingin segera sampai tujuan membuat jalanan lebih padat dari biasanya. Situasi ini dapat memicu kelelahan bahkan emosi. Pengemudi disarankan merencanakan waktu perjalanan dengan baik, menyiapkan makanan ringan untuk berbuka di perjalanan jika diperlukan, serta berhenti di tempat yang aman seperti rest area apabila waktu berbuka tiba.
“Sejalan visi Life is Easy with Auto2000: Dekat, Nyaman, dan Lengkap, kami mendukung mobilitas AutoFamily yang ingin menjalankan ibadah puasa dengan baik dan tanpa kendala. Cukup dengan booking via Auto2000 Digiroom, AutoFamily bisa memulai persiapan mudik Lebaran aman dan nyaman dengan servis berkala di bengkel Auto2000,” tutur Nur Imansyah Tara, Selasa (10/3/2026).
Sebagai tambahan, pengguna juga dapat melakukan servis kendaraan melalui aplikasi Auto2000 Digiroom dan berkesempatan memperoleh 20.000 Astrapoints untuk setiap booking service di bengkel Auto2000. Dengan kondisi tubuh yang terjaga dan kendaraan yang prima, perjalanan selama bulan Ramadan pun dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.












