AUTOINDO.ID, JAKARTA–Integrasi moda transportasi massal di kawasan ibu kota kembali memasuki babak baru yang monumental. Rute LRT Kelapa Gading ke Manggarai resmi dioperasikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Stasiun LRT Manggarai, Setiabudi, Jakarta Selatan (16 September 2026). Kehadiran koridor sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun ini memangkas durasi perjalanan antartitik menjadi hanya sekitar 28 menit. Fasilitas ini tidak sekadar menambah jalur rel, melainkan memperkuat lanskap konektivitas perkotaan yang kian memanjakan mobilitas publik.
Kawasan Manggarai kini bertransformasi menjadi simpul transportasi antarmoda yang sangat krusial. Penumpang dapat berpindah moda dengan leluasa, mulai dari LRT, KRL, TransJakarta, Transjabodetabek, hingga Kereta Bandara. Efisiensi pergerakan masyarakat ini dinilai menjadi kunci utama dalam memacu produktivitas nasional di era modern. Presiden Prabowo menyampaikan kekagumannya atas lompatan besar pada wajah transportasi publik Jakarta yang berkembang pesat dibanding kurun waktu lima hingga sepuluh tahun lalu.
“Lima atau sepuluh tahun yang lalu, siapa mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang?” tutur Prabowo. Beliau menambahkan, “Selamat atas peresmian ini, saya sangat bahagia hari ini karena naik LRT enak dan luar biasa, serta konektivitas yang kuat ini akan membuat Indonesia semakin bersaing.”
Sektor pendanaan koridor ini ditopang sepenuhnya oleh kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp12,1 triliun. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya momentum ini bagi arah pembangunan Jakarta ke depan. “Hari ini menjadi tonggak penting penguatan transportasi publik Jakarta. LRT Kelapa Gading-Manggarai membentang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun, dan total investasi sekitar Rp12,1 triliun ini sepenuhnya didukung APBD DKI Jakarta,” ujar Pramono.

Pada tahap awal operasional, segmen Velodrome ke Manggarai dibuka secara terbatas melalui tiga stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka, dan Manggarai, guna mengevaluasi keselamatan dan kenyamanan. Pemprov DKI Jakarta turut menghadirkan tarif spesial promo Rp8.000 per perjalanan selama delapan hari pertama. Setelahnya, tarif sementara ditetapkan sebesar Rp5.000 untuk relasi Kelapa Gading ke Manggarai dan Rp8.000 untuk Velodrome ke Manggarai.
Pramono menjelaskan penetapan tersebut, “Selama delapan hari ke depan, tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai diberlakukan sebesar Rp8.000 per perjalanan.” Layanan ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 80.000 penumpang harian. Konsep Transit-Oriented Development (TOD) juga diterapkan melingkupi kawasan Manggarai, Kelapa Gading, dan Pulomas.
“Manggarai menjadi simpul penting integrasi antarmoda yang terhubung dengan KRL, Kereta Bandara, dan TransJakarta, serta pengembangannya diarahkan melalui kawasan TOD di Kelapa Gading, Pulomas, dan Manggarai,” papar Pramono.
Aspek inklusivitas tetap terjaga melalui Kartu Layanan Gratis (KLG) bagi 15 golongan masyarakat. Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan perpanjangan rute dua kilometer menuju Dukuh Atas senilai Rp2,7 triliun, dilanjutkan ekspansi jangka panjang menuju JIS, Ancol, Jakarta Kota, hingga Halim.
“Pengembangan LRT tidak berhenti di Manggarai. Pemprov menyiapkan kelanjutan sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan investasi sekitar Rp2,7 triliun,” kata Pramono. Ia menambahkan, “Ke depan jaringan juga disiapkan menuju JIS-Ancol sampai Jakarta Kota dan Halim.”
Pramono menaruh harapan besar pada dukungan pemerintah pusat serta peluang kolaborasi investasi Danantara. “Yang dibangun bukan sekadar jalur kereta melainkan konektivitas kota yang semakin mudah, nyaman, dan terintegrasi,” pungkasnya.












