AUTOINDO.ID, JAKARTA–Membentuk seorang pembalap tidak cukup hanya dengan melatih kemampuan mengemudi. Dibutuhkan proses panjang yang mencakup pembentukan karakter, kedisiplinan, kemampuan mengambil keputusan, hingga kesiapan mental menghadapi tekanan kompetisi. Prinsip inilah yang menjadi dasar lahirnya program The Legend Continues, sebuah perjalanan pembinaan jangka panjang untuk menyiapkan generasi baru motorsport Indonesia.
Program ini digagas oleh Rifat Sungkar sebagai upaya menanamkan nilai-nilai yang telah menjadi fondasi keluarga Sungkar selama puluhan tahun berkecimpung di dunia balap. Dengan dukungan teknologi Telkomsel 5G, proses pembinaan dirancang lebih terarah dan adaptif terhadap perkembangan dunia motorsport modern.
Nama keluarga Sungkar sendiri bukanlah sosok asing dalam sejarah olahraga otomotif nasional. Warisan tersebut bermula dari Helmy Sungkar sebagai generasi pertama, kemudian diteruskan oleh Rifat Sungkar yang berhasil menorehkan berbagai prestasi di level nasional maupun internasional pada cabang reli, drifting, dan sprint offroad. Kini, tongkat estafet itu mulai diperkenalkan kepada generasi ketiga, El Mayka Sungkar.
Namun bagi Rifat, tujuan utama program ini bukan menciptakan penerus yang harus mengikuti jejaknya secara mutlak. Ia lebih menekankan pentingnya proses dan pembentukan jati diri.
“The Legend Continues bukan program untuk menciptakan tekanan kepada El Mayka agar menjadi seperti saya. Ini adalah perjalanan untuk memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses. Saya ingin dia memahami bahwa menjadi pembalap bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang karakter dan tanggung jawab,” tutur Rifat Sungkar.

Roadmap pembinaan tersebut disusun dalam lima tahap yang akan dijalani El Mayka sejak usia 11 hingga 17 tahun. Tahap awal difokuskan pada pengenalan dunia reli melalui peran navigator dan learner. Selanjutnya, ia akan mulai mengikuti kompetisi junior, mengasah kemampuan teknis, membangun mental bertanding, hingga mempersiapkan diri sebagai pembalap profesional yang mandiri.
Puncak perjalanan itu direncanakan pada 2031, saat El Mayka diharapkan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional junior dengan identitasnya sendiri.
“El Mayka adalah generasi ketiga keluarga Sungkar di motorsport, tetapi saya tidak ingin dia hidup di bawah bayang-bayang siapa pun. Saya ingin dia tumbuh dengan caranya sendiri, menemukan passion-nya sendiri, dan suatu hari nanti berdiri di lintasan sebagai dirinya sendiri, bukan sekadar anak dari seorang Rifat Sungkar,” pungkasnya.
Melalui The Legend Continues, keluarga Sungkar menunjukkan bahwa warisan terbesar dalam motorsport bukanlah deretan trofi semata, melainkan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya demi masa depan motorsport Indonesia yang berkelanjutan.












