AUTOINDO.ID, JAKARTA–Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan teknologi, tidak sedikit persoalan yang tumbuh di sekitar kita. Mulai dari menurunnya interaksi sosial anak akibat ketergantungan gawai, persoalan lingkungan, hingga kesenjangan akses pendidikan. Namun di balik berbagai tantangan tersebut, selalu ada harapan yang lahir dari tangan-tangan anak muda yang memilih untuk peduli dan bertindak.
Semangat itulah yang terasa dalam Roadshow 17th SATU Indonesia Awards 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur. Melalui program yang digagas Astra dengan tema “Terhubung dalam Aksi”, ratusan generasi muda diajak untuk melihat bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Sering kali, perubahan hadir dari keberanian seseorang untuk merespons masalah yang ada di sekitarnya.
Jawa Timur menjadi lokasi pertama penyelenggaraan roadshow karena besarnya potensi generasi mudanya. Dengan jumlah Generasi Z dan Milenial yang mencapai hampir setengah dari total populasi, daerah ini menyimpan energi besar untuk melahirkan inovasi dan gerakan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih dari 500 peserta dari berbagai kalangan hadir untuk saling belajar dan berbagi inspirasi. Dukungan pun datang dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., menilai bahwa masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, tetapi juga oleh manusia-manusia yang memiliki kepedulian dan keberanian untuk mencari solusi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, kami mengucapkan terima kasih kepada Astra yang telah menyelenggarakan SATU Indonesia Awards dan memilih Banyuwangi sebagai salah satu lokasi Roadshow 17th SATU Indonesia Awards 2026. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat ditemukan lebih banyak mutiara-mutiara hebat yang dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu kisah yang menyentuh datang dari Achmad Irfandi, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2021. Berawal dari kegelisahannya melihat anak-anak yang lebih akrab dengan layar ponsel dibandingkan lingkungan sekitar, ia memulai kegiatan sederhana berupa membaca, mewarnai, dan mendongeng bersama. Tak disangka, langkah kecil itu berkembang menjadi Kampung Lali Gadget, sebuah gerakan yang mengajak anak-anak kembali menemukan keceriaan melalui interaksi, permainan, dan kreativitas.
Kisah tersebut menjadi bukti bahwa perubahan tidak selalu lahir dari sumber daya yang besar. Perubahan lahir dari kepedulian yang terus dirawat dan diwujudkan dalam aksi nyata. Karena ketika satu langkah baik terhubung dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya, dampaknya dapat menjangkau lebih banyak kehidupan.
“Melalui tema ‘Terhubung dalam Aksi’, Astra ingin menegaskan bahwa setiap inisiatif baik dari generasi muda akan memiliki dampak yang lebih luas ketika terhubung dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan ekosistem pendukung yang berkelanjutan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.
Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya dibangun oleh mereka yang memiliki kekuasaan atau sumber daya besar. Masa depan juga dibentuk oleh anak-anak muda yang berani peduli, bergerak, dan menyalakan perubahan dari lingkungan terdekatnya. Dari satu aksi sederhana, harapan bagi banyak orang dapat tumbuh dan berkembang menjadi gerakan yang membawa manfaat bagi bangsa.












