AUTOINDO.ID, MANDALIKA–Panggung megah balap touring nasional dalam ajang Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 kini tidak lagi sekadar menjadi arena adu kecepatan murni bagi para pembalap veteran. Lebih dari itu, sirkuit internasional ini telah bertransformasi menjadi laboratorium inkubasi yang krusial untuk menguji konsistensi performa sekaligus kesiapan regenerasi talenta muda.
Status juara bertahan yang disandang sejak musim 2025 langsung ditegaskan lewat dominasi mutlak di lintasan. Podium tertinggi kelas ITCR 1.200 pada seri pembuka sukses diamankan oleh Andri Abirezky, disusul ketat oleh Avila Bahar di tempat kedua. Seolah tidak memberi celah bagi rival, giliran Avila Bahar yang mengambil alih kemenangan di seri kedua, sementara Andri mengunci posisi ketiga. Keperkasaan ini kian disempurnakan oleh penampilan dominan Alvin Bahar yang menyapu bersih kemenangan di kelas ISTCR menggunakan Honda Civic Type R FL5.
Namun, daya tarik utama musim ini justru terletak di luar dominasi para juara. Cetak biru regenerasi motorsport nasional secara resmi diperkenalkan melalui pembuktian perdana HRI Team Management. Langkah strategis ini menandai pergeseran fokus tim yang tidak lagi hanya mengejar trofi, melainkan aktif membangun jembatan karier bagi pembalap pemula.
Tantangan besar di kelas ITCR 1.500 tersebut berhasil dijawab oleh Rachel Cia dengan menuntaskan debut balap touring profesionalnya menggunakan Honda City Hatchback RS. Keberhasilan finis di tengah tekanan sirkuit internasional menjadi indikator positif bagi program pembinaan yang terstruktur.

Yusak Billy, Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor menegaskan, “Hasil di seri pembuka ini menjadi awal yang sangat baik bagi Honda Racing Indonesia. Selain meraih kemenangan di beberapa kelas, kami juga melihat langkah positif dari program pengembangan pembalap yang kami jalankan melalui HRI Team Management. Debut Rachel menjadi bagian penting dari komitmen kami untuk terus mendukung regenerasi motorsport Indonesia dan menciptakan lebih banyak talenta yang dapat berkembang bersama Honda.”
Visi jangka panjang ini juga menuntut konsistensi mekanis dan manajerial yang matang di setiap serinya. Keberhasilan mengawinkan prestasi pembalap senior dengan perkembangan pembalap muda membuktikan bahwa pembinaan talenta baru tidak harus mengorbankan target juara.
Alvin Bahar, Director sekaligus pembalap Honda Racing Indonesia, mengutarakan, “Kami bersyukur dapat membuka musim MFoS 2026 dengan hasil yang baik. Kemenangan yang diraih tim menunjukkan kesiapan tim menghadapi persaingan musim ini. Di sisi lain, kami juga bangga melihat Rachel menyelesaikan debut pertamanya di balap touring nasional. Kami akan terus fokus menjaga konsistensi performa tim sekaligus mendukung lahirnya generasi baru pembalap Honda.”
Melalui integrasi taktis antara ekosistem HRI Team Management dan ketangguhan lini kendaraan massal yang kompetitif, tradisi juara tidak hanya dipertahankan, melainkan diwariskan demi masa depan motorsport Indonesia yang berkelanjutan.












