AUTOINDO.ID, JAKARTA–Arah baru industri otomotif di kawasan Asia Tenggara resmi memasuki babak baru setelah berlangsungnya serah terima jabatan kepemimpinan ASEAN Automotive Federation (AAF) periode 2026–2028 di Jakarta. Kepemimpinan strategis yang sebelumnya dipegang oleh Gabungan Industri Kendaraan Motor Indonesia (GAIKINDO) untuk periode 2022–2025, kini secara resmi diteruskan oleh Malaysian Automotive Association (MAA). Estafet ini menjadi fondasi krusial bagi keberlanjutan sinergi manufaktur serta akselerasi pasar otomotif regional.
Sebagai wadah utama bagi para pelaku industri, AAF memegang peran vital dalam menjembatani aspirasi sektor swasta, Sekretariat ASEAN, dan pemerintah negara-negara anggota. Penguatan Rantai Nilai Regional dan Percepatan Transisi Kendaraan Listrik (EV) sukses menjadi fokus utama selama masa kepengurusan Indonesia. Keberhasilan ini terbukti mampu menempatkan Asia Tenggara sebagai salah satu pemain sentral dalam peta otomotif global yang ramah lingkungan.

Momentum penyerahan kepemimpinan ini ditegaskan sebagai pijakan krusial oleh Ketua Harian Sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, “Selama dua tahun terakhir, kepemimpinan Indonesia berfokus pada penguatan rantai nilai, percepatan transisi menuju kendaraan energi baru yang ramah lingkungan, serta peningkatan dialog kebijakan antarnegara. Penyerahan kepemimpinan kepada Malaysia ini bukanlah akhir, melainkan awal dari hubungan yang lebih kuat antara Indonesia, Malaysia, dan seluruh negara ASEAN untuk menciptakan sektor otomotif kawasan yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan.”
Berbagai agenda strategis telah disiapkan untuk dikawal oleh MAA sepanjang periode 2026–2028. Penyelarasan Aturan & Kebijakan Kendaraan Bermotor khususnya kendaraan berbasis listrik menjadi prioritas utama untuk mempercepat pengakuan standar bersama antarnegara anggota. Di samping itu, Penyampaian Aspirasi Industri kepada para menteri ekonomi kawasan terus didorong agar regulasi yang lahir semakin solid dan terintegrasi.
Penguatan Kerja Sama Regional turut dipastikan agar seluruh langkah industri berjalan selaras dengan rencana besar otomotif ASEAN menuju tahun 2030. Sinergi yang kian kokoh antara GAIKINDO, MAA, dan asosiasi negara anggota lainnya diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan program, tetapi juga membawa industri otomotif Asia Tenggara menjadi semakin tangguh, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.












