AUTOINDO.ID, JAKARTA–Konsep desain transformasi Blok M Fase Ultimate resmi diluncurkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui kolaborasi strategis bersama Badan Pengelola Aset Daerah. Langkah ini mengawali babak baru perluasan ruang publik yang lebih modern dan terintegrasi di kawasan Jakarta Selatan. Peluncuran yang berlangsung di Blok M Hub tersebut dihadiri jajaran Pemprov DKI Jakarta, Sekretaris Daerah Uus Kuswanto, Koordinator Staf Khusus Gubernur Firdaus Ali, Ketua Komisi B DPRD Nova Harifan Paloh, serta jajaran Direksi dan Dewan Komisaris PT MRT Jakarta (Perseroda).
Restrukturisasi ruang kota ini diarahkan agar tidak merusak identitas historis yang selama ini melekat pada kawasan tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya menjaga denyut kehidupan publik dan dinamika budaya lokal di tengah gempuran modernisasi infrastruktur.
“Secara khusus, saya berpesan agar selama proses transformasi, tetap memegang konsep utama Blok M sebagai tempat yang bersifat hidup, tempat untuk bekerja yang tidak putus, tempat yang terkoneksi dengan segala sesuatu di seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang melihat kemajuan anak muda, dan juga tradisi budaya baru hasil kolaborasi yang datang dari mana saja. Hal-hal tersebut yang membuat Blok M tetap terjaga dari berbagai aspek budaya, ekonomi, dan komersial,” tutur Gubernur Pramono.

Gubernur Pramono juga menyebutkan bahwa dengan pembenahan ini, dapat menjadi contoh dan bukti bahwa pendekatan transit-oriented development yang dikembangkan di sektor transportasi dapat dilaksanakan di kawasan lain mengikuti pembangunan sistem transportasi publik perkotaan lainnya di Jakarta.
Arah perubahan fisik kawasan disandarkan pada lima pembenahan mendasar untuk menciptakan ruang kota yang berkelanjutan dan ramah pejalan kaki. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menyampaikan lima transformasi utama yang akan dilaksanakan.
“Transformasi Blok M Fase Ultimate akan dilakukan terhadap lima aspek utama, yaitu revitalisasi terminal yang akan dijadikan lebih modern dan terintegrasi; pengembangan mixed-use kawasan Blok M— Sisingamangaraja yang lebih accessible, inklusif, dan dinamis; integrasi dan interkoneksi antarmoda bagi pejalan kaki; destinasi komersial baru yang dilengkapi dengan gerail retail, gaya hidup, food and beverages; serta ruang terbuka publik yang lebih aman untuk berinteraksi,” papar Tuhiyat.
Saat ini, tambah Tuhiyat, setiap hari sekitar 25 ribu pengunjung datang ke Blok M Hub. Tingginya angka kunjungan ini mendorong MRT Jakarta untuk menghadirkan desain baru yang memenuhi kebutuhan akan ruang-ruang interaksi yang lebih nyaman dan aman.
“Tujuan transformasi ini ialah untuk mewujudkan kawasan Blok M dan Sisingamangaraja sebagai pusat perkotaan yang aktif, inklusif, dinamis, dan layak huni di Jakarta,” lanjutnya. “Investasi revitalisasi Blok M Hub bersumber bukan dari APBD sehingga MRT Jakarta sebagai pengelola kawasan, mengedepankan skema creative financing dan bekerja sama dengan berbagai mitra strategis,” pungkasnya.
Tahapan pengerjaan akan dimulai dari revitalisasi terminal dan area retail dengan target tuntas pada 2029, disusul pembangunan area mixed-use pada tahun berikutnya berdasarkan kerangka Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2020.












