AUTOINDO.ID, JEPANG–Kejuaraan dunia MotoGP seri Sirkuit Motegi menjadi saksi pencapaian bersejarah bagi Aprilia Racing setelah berhasil mengunci dua podium sekaligus pada balapan utama hari Minggu. Penampilan dominan ini dipimpin oleh Jorge Martín yang mengamankan posisi kedua usai mengawali balapan dari *pole position*. Hasil impresif tersebut tidak hanya memberikan podium pertama bagi pabrikan Italia ini di Sirkuit Motegi untuk kelas utama, tetapi juga memperkokoh posisi pembalap Spanyol itu di puncak klasemen sementara kejuaraan dengan torehan 333 poin.
Ketangguhan motor RS-GP26 makin tak terbendung setelah Marco Bezzecchi yang melesat dari urutan keempat berhasil merangsek naik dan menyentuh garis finis di posisi ketiga. Pencapaian ganda ini mengukir tinta emas baru karena untuk pertama kalinya dua motor Aprilia berdiri bersamaan di podium GP Jepang. Dominasi pabrikan ini kian lengkap lewat aksi dua pembalap SuperFile Trackhouse MotoGP Team, Raúl Fernández dan Ai Ogura, yang berturut-turut mengamankan finis di peringkat kelima serta keenam. Secara keseluruhan, empat unit motor RS-GP26 sukses menembus jajaran enam besar.
Usai melintasi garis finis, Jorge Martín mengungkapkan rasa puasnya atas ritme balap yang solid sepanjang laga. “Saya sangat senang karena kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya berkendara dengan sangat baik dan mampu mempertahankan pace yang sangat kuat hingga akhir. Saya mencoba terus mendorong hingga lap terakhir, tetapi Márquez memiliki sesuatu yang lebih. Saya merasa sangat beruntung bisa memimpin kejuaraan sambil bersaing dengan Marc. Menurut saya, ini luar biasa jika mengingat posisi kami satu tahun lalu. Saya sangat bahagia, bersama Aprilia kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan saya merasa nyaman di atas motor. Kami memiliki seluruh potensi untuk terus berjuang hingga akhir,” paparnya.

Semangat serupa disampaikan Marco Bezzecchi yang tampil gigih menahan gempuran rival di belakangnya. “Hari ini saya memberikan yang terbaik dalam balapan dan berhasil meraih hasil terbaik yang mungkin kami dapatkan. Ini adalah podium yang benar-benar harus diperjuangkan karena Bastianini melaju sangat cepat, terutama di bagian akhir balapan. Sangat sulit untuk terus menahannya di belakang, tetapi saya menikmatinya dan senang dengan hasil ini. Saya sangat ingin memberikan respons setelah apa yang terjadi kemarin. Sejak mengalami cedera, hampir di setiap akhir pekan saya harus terus berkembang dari hari ke hari, sementara Jorge dan Marc sedikit lebih cepat. Jadi, sekarang saya harus berusaha memperkecil jarak tersebut dan memanfaatkan setiap peluang ketika kesempatan itu datang,” jelasnya.
Evaluasi menyeluruh turut diberikan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, terkait dinamika teknis serta standar keamanan balapan. “Ini adalah akhir pekan yang intens, di mana Aprilia kembali mencatatkan sejumlah rekor, seperti lap pole position Jorge dan double podium dalam balapan, sesuatu yang belum pernah kami raih sebelumnya di Jepang. Jorge finis kedua baik dalam balapan utama maupun sprint, meskipun interpretasi yang cukup unik dalam penerapan regulasi membuatnya turun satu posisi pada balapan sprint. Marco juga tampil sangat konsisten dan cepat, meskipun sayangnya dirugikan pada sprint karena pace dengan ban medium yang secara tidak biasa jauh lebih lambat dibandingkan yang ditunjukkannya pada sesi latihan bebas kedua. Jelas terdapat masalah keselamatan pada sprint. Dari sisi ini, Aprilia ingin menyoroti aspek tersebut lebih dari tim lainnya, hingga mendorong agar sejumlah keputusan diambil. Perubahan tersebut kemudian membuat seluruh tim menggunakan ban belakang hard, dan saya rasa hal ini memberikan kami balapan yang luar biasa, yang berlangsung dengan tingkat keselamatan penuh. Sekarang kami harus mempertahankan fokus ini dan terus memberikan yang terbaik,” tutur Rivola.












