AUTOINDO.ID, QATAR–Akhir pekan di Qatar sejatinya diwarnai ujian berat bagi Veda. Ia harus menerima hukuman penalti turun enam posisi grid, yang membuatnya terpaksa memulai balapan dari posisi ke-14. Namun, posisi start yang jauh di belakang sama sekali tidak menyurutkan mental juaranya. Begitu lampu start padam dan balapan dimulai, Veda langsung menunjukkan insting balap yang luar biasa. Dengan aksi menusuk yang agresif namun tetap terkalkulasi, ia langsung melesat naik ke posisi kedelapan pada akhir lap pertama.
Tidak berhenti di situ, Veda terus menjaga momentumnya di tengah rombongan pembalap terdepan yang sangat ketat khas Moto3.
Memasuki lap keempat, pemuda asal Wonosari ini berhasil naik ke posisi keenam, terus merangsek dan bertarung secara konstan di grup depan untuk memangkas jarak dengan para pesaing utamanya.

Kehebatan Veda di Dua Lap Terakhir: Aksi Brilian dari Posisi 7 ke Posisi 4
Puncak drama balapan terjadi pada fase-fase krusial menjelang garis finis. Menjelang detik-detik akhir balapan, Veda sempat berada di posisi ketujuh. Di sinilah kelas dan mentalitas luar biasa seorang Veda Ega Pratama berbicara.
Dalam dua lap terakhir, Veda menggeber motornya habis-habisan dengan kecepatan yang luar biasa. Memanfaatkan celah tipis, teknik pengereman yang matang, serta keberanian dalam mengambil risiko di tikungan Sirkuit Lusail, ia secara brilian menyalip satu persatu pembalap di depannya.
Dengan aksi *overtaking* yang sangat klinis dan tenang di bawah tekanan, Veda sukses merangsek naik dari posisi ketujuh secara kilat hingga akhirnya menyentuh garis finis di posisi keempat.
Hasil gemilang ini membuat Veda Ega Pratama sukses mengamankan tambahan poin penting yang melambungkan posisinya ke peringkat 6 besar dalam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 144 poin. Sebuah performa menggila yang membuktikan kapasitas Veda sebagai salah satu talenta muda paling diperhitungkan di kancah balap dunia.












