AUTOINDO.ID, JAKARTA–Truk legendaris bertajuk Mercy Bagong hingga jajaran armada modern pengangkut beban berat mewarnai pameran Mining Indonesia 2026. PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia membawa napas perjalanan 130 tahun rekayasa otomotif Jerman ini untuk menjawab tantangan operasional sektor pertambangan dan logistik di tanah air.
Ketangguhan lintas generasi tersebut diusung melalui tema Past Forward | Fast Forward. Kehadiran Mercedes-Benz L-Series atau Bagong dari era 1970-an menjadi simbol ketahanan rekayasa teknik yang melandasi evolusi armada masa kini.
Bagi kami, Bagong lebih dari sekadar truk warisan. Bagong merupakan simbol ketangguhan, keunggulan teknik, dan kepercayaan yang telah diberikan pelanggan kepada Truk Mercedes-Benz selama puluhan tahun. Kepercayaan inilah yang terus menjadi fondasi hubungan kami dengan pelanggan hingga hari ini, ujar Antonio Randazzo, Presiden Direktur PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia.
Sektor ekstraksi mineral modern membutuhkan performa maksimal yang diimbangi efisiensi. Dalam ajang ini, diperkenalkan Mercedes-Benz Actros 4058 S Side Dump Trailer berkapasitas 90 m³ dengan dukungan mesin Euro 5 bertenaga 578 hp. Selain itu, hadir pula Mercedes-Benz Arocs 4845 K Dump Truck berkonfigurasi 8×4 yang dirancang menaklukkan tanjakan ekstrem hingga 50 persen di area tambang, serta varian fleksibel Axor 2528 CH Fuel Tank.

Di samping ketahanan fisik, adaptasi terhadap regulasi energi bersih menjadi pilar utama pengembangan teknologi kendaraan niaga modern. Pengujian bahan bakar biodiesel B50 bersama LEMIGAS telah rampung dilakukan sebagai langkah nyata mendukung transisi energi nasional.
“Komitmen kami mencakup dukungan terhadap transisi energi Indonesia. Portofolio kami telah dipersiapkan untuk mendukung peta jalan biodiesel B50 pemerintah sehingga pelanggan dapat terus beroperasi dengan percaya diri sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan nasional,” tegas Antonio.
Inovasi kendaraan niaga kini bergeser dari sekadar penyedia armada mekanis menjadi ekosistem digital terintegrasi. Dukungan sistem telematik membantu pemantauan perilaku pengemudi, konsumsi bahan bakar, hingga penjadwalan perawatan berkala secara real-time guna meminimalkan durasi henti armada.
Kami percaya bahwa tanggung jawab kami tidak berhenti ketika sebuah truk terjual. Tanggung jawab itu berlanjut setiap hari melalui produk yang circles, layanan purnajual yang kuat, ketersediaan suku cadang, dan upaya kami untuk membantu pelanggan menjaga uptime kendaraan mereka, kata Antonio.
“Setiap keputusan yang kami ambil harus dimulai dari satu pertanyaan: bagaimana keputusan tersebut menciptakan nilai bagi pelanggan. Ketika pelanggan kami berhasil, mitra kami berhasil. Dan ketika mereka berhasil, kami tumbuh bersama,” tambahnya.
Langkah ini mempertegas bahwa transformasi alat berat tidak hanya mengandalkan kapasitas angkut, melainkan sinergi antara efisiensi mesin, teknologi pemantauan digital, dan kesiapan pemanfaatan energi terbarukan.












