AUTOINDO.ID, JAKARTA–Di tengah ketatnya persaingan industri pelumas global dan gempuran merek asing, PT Pertamina Lubricants (PTPL) tetap kokoh sebagai penguasa pasar di negeri sendiri. Anak usaha Subholding Commercial & Trading Pertamina Patra Niaga ini bahkan telah melesat menembus batas negara, merambah pasar di Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika, serta menjalin kerja sama prestisius dengan raksasa otomotif dunia seperti Lamborghini Squadra Corse dan VR46 Racing Team.
Kesuksesan gemilang pelumas berstandar internasional ini digerakkan oleh dua pilar utama di kawasan Koja, Jakarta Utara: Production Unit Jakarta (PUJ) sebagai fasilitas produksi dan Lubricants Technology Center (LTC) sebagai pusat riset serta inovasi di kawasan Plumpang, Jakarta Utara.
Belum lama ini, sebanyak 30 media otomotif nasional berkesempatan meninjau langsung bagaimana mahakarya pelumas kebanggaan bangsa ini diracik dari hulu ke hilir.
“Kami selalu memastikan setiap tetes pelumas yang keluar dari lini produksi memenuhi standar global tertinggi melalui pemantauan otomatis yang sangat ketat dan sistematis,” tutur Dody Arief Aditya, Manager Production Unit Jakarta Pertamina Lubricants.

Production Unit Jakarta (PUJ): Pabrik Terintegrasi Terbesar di Asia Tenggara ini
berdiri sejak 1957 di atas lahan seluas lebih dari 12 hektar, PUJ menopang kebutuhan domestik bagi lebih dari 67,5 juta kendaraan sekaligus mengekspor produk berkualitas tinggi ke 17 negara. Keunggulan operasionalnya ditopang oleh tiga fasilitas masif:
*Lube Oil Blending Plant (LOBP): Berkapasitas hingga 270 juta liter per tahun, menjadikannya salah satu pabrik pelumas terbesar di Asia.
* Grease Plant: Memproduksi gemuk hingga 8.000 metrik ton per tahun untuk kebutuhan industri dan otomotif.
* Viscosity Modifier (VM) Plant: Menghasilkan aditif pengangkat performa pelumas hingga 14 juta liter per tahun.
Untuk menjamin kualitas tanpa kompromi, PUJ menerapkan teknologi pencampuran otomatis mutakhir seperti In-Line Blending (ILB), Simultaneous Metered Blending, (SMB), Automatic Batch Blender, hingga Pigging System. Kualitasnya pun diakui lewat sertifikasi internasional seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO/IEC 17025, serta restu dari pabrikan dunia seperti Toyota, Daihatsu, dan Mercedes-Benz.

Lubricants Technology Center (LTC): Otak di Balik Ketangguhan Pelumas
Diresmikan pada 2023 di atas lahan 12.500 meter persegi, LTC hadir sebagai pusat riset dan inovasi pelumas terbesar di Indonesia. Fasilitas ini mengintegrasikan riset produk dan layanan purna jual melalui tiga pilar utama:
* Laboratorium Riset dan Pengembangan Produk: Menjalankan riset terapan pemilihan aditif dan formulasi pelumas baru melalui pengujian ketat dari laboratorium hingga lapangan.
* Laboratorium Oil Clinic: Program pemantauan oli berkelanjutan untuk pemeliharaan prediktif yang melayani lebih dari 20.000 sampel tiap tahunnya dengan 45 parameter pengujian.
* Integrated Lubrication Management Academy (ILMA): Akademi manajemen pelumasan terintegrasi pertama di Indonesia yang menyediakan pelatihan dan asistensi teknis bersertifikasi bagi pelanggan.
Laboratorium di bawah naungan LTC juga telah mengantongi akreditasi ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional, memastikan keakuratan dan keandalan berstandar global.
“Komitmen kami dalam memproduksi pelumas berstandar internasional terbukti dari kepercayaan jutaan konsumen domestik maupun mancanegara terhadap performa mesin kendaraan mereka,” tambah Dody Arief Aditya.
Sinergi untuk Keunggulan Tanpa Henti
Melalui kolaborasi erat antara kecanggihan teknologi manufaktur di PUJ dan ketajaman inovasi ilmiah di LTC, PT Pertamina Lubricants membuktikan kapasitasnya sebagai kebanggaan bangsa. Perpaduan ini memastikan setiap tetes pelumas Pertamina tidak hanya memenuhi standar ketat mesin modern, tetapi juga siap mengantar industri Indonesia melaju kencang di kancah internasional.












