AUTOINDO.ID, TOKYO–Setelah sempat menghilang dari pasar global selama lima tahun, Mitsubishi Motors akhirnya resmi menghidupkan kembali nama besar Pajero. SUV legendaris yang pernah menjadi simbol ketangguhan di berbagai medan itu dijadwalkan melakukan debut dunia pada musim gugur 2026.
Namun, kebangkitan Pajero kali ini bukan hanya soal nostalgia. Mitsubishi tampaknya ingin mengirim pesan bahwa pasar SUV tangguh masih memiliki masa depan besar, terutama di tengah dominasi kendaraan urban dan elektrifikasi otomotif.
Nama Pajero sendiri punya sejarah panjang di industri otomotif dunia. Pertama kali diperkenalkan pada 1982, mobil ini langsung dikenal sebagai SUV yang mampu menggabungkan kenyamanan mobil penumpang dengan kemampuan off-road kelas berat. Tidak heran jika Pajero kemudian menjadi salah satu ikon Mitsubishi dengan penjualan lebih dari 3,25 juta unit di lebih dari 170 negara.
Popularitas Pajero semakin melejit setelah tampil dominan di Reli Dakar, salah satu ajang balap paling ekstrem di dunia. Mobil ini berhasil meraih 12 kemenangan, termasuk tujuh kemenangan beruntun — sebuah pencapaian yang membuat reputasi Pajero identik dengan daya tahan dan performa ekstrem.

Menariknya, Mitsubishi tidak sekadar menghadirkan desain lama dengan wajah baru. Pajero generasi terbaru dikembangkan menggunakan basis ladder frame milik Triton terbaru, yang dikenal kuat untuk kebutuhan off-road berat. Mitsubishi juga melakukan pengembangan khusus pada kabin dan sistem suspensi agar SUV ini tetap nyaman digunakan di jalan perkotaan.
Langkah ini menunjukkan perubahan arah pasar SUV global. Konsumen modern kini tidak hanya mencari kendaraan besar dengan tampilan gagah, tetapi juga mobil yang nyaman dipakai harian sekaligus siap menghadapi petualangan.
Di Indonesia sendiri, nama Pajero memiliki tempat khusus di hati pecinta otomotif. Mobil ini pernah menjadi simbol status sekaligus kendaraan favorit untuk perjalanan jarak jauh maupun aktivitas outdoor. Karena itu, kemunculan kembali Pajero berpotensi membangkitkan antusiasme pasar SUV premium, terutama di kawasan Asia Tenggara.
Meski Mitsubishi belum mengungkap spesifikasi lengkap maupun teknologi yang akan dibawa, kehadiran Pajero terbaru diprediksi menjadi salah satu peluncuran otomotif paling dinanti pada 2026.
Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Pajero mampu kembali bersaing, melainkan apakah SUV legendaris ini bisa kembali mendefinisikan arti kendaraan petualang di era modern.












