AUTOINDO.ID, LOMBOK–Aura lintasan balap internasional mendadak terasa begitu dekat di bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat, ketika nilai-nilai ketekunan, disiplin, dan mentalitas juara dibagikan langsung kepada masyarakat. Melalui rangkaian inisiatif inspiratif, Shell Advance bersama pembalap andalan Ducati Lenovo, Marc Márquez, sukses mendekatkan dunia performa tinggi kepada generasi muda dan komunitas pengendara lokal tanpa sekat.
Bukan sekadar urusan kecepatan di atas aspal, kemitraan panjang selama 27 tahun antara Shell Advance dan Ducati di ajang balap paling menantang telah melahirkan filosofi ketangguhan hidup. Nilai inilah yang coba ditularkan kepada anak-anak muda di Indonesia agar memiliki keberanian dalam mengejar mimpi dan potensi terbaik mereka.
Keseruan acara ini semakin hidup tatkala para siswa dari SDN 1 Rembitan, SD Negeri Ngolang, dan SD Negeri Gerupuk diajak menuangkan kreativitas mereka dalam kegiatan mewarnai sepeda motor bersama sang Juara Dunia. Uniknya, karya seni kolaboratif tersebut nantinya akan dilelang dan seluruh hasilnya didiskon sepenuhnya untuk merenovasi serta meningkatkan fasilitas belajar di sekolah-sekolah sasaran.

Tidak hanya merangkul dunia pendidikan, kemeriahan juga meluas ke jalanan Kota Mataram melalui kegiatan berkendara bersama yang melibatkan lebih dari 5.000 peserta. Kehadiran figur publik seperti Ladislao dalam kegiatan tersebut turut mempererat solidaritas pencinta otomotif, ditambah kunjungan langsung ke bengkel lokal untuk berinteraksi dengan para pengendara setia.
“Selama 27 tahun, kolaborasi kami dengan Ducati telah memberikan kesempatan bagi Shell Advance untuk belajar dari salah satu lingkungan yang paling menantang untuk mencapai performa terbaik, yaitu lintasan balap,” tutur Andri Pratiwa, President Director & Managing Director Lubricants Shell Indonesia.
Ia menambahkan bahwa nilai dari pengalaman tersebut tidak hanya berhenti pada teknologi, melainkan tentang bagaimana menanamkan disiplin, ketangguhan, dan keberanian mengejar potensi diri kepada generasi muda Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, pembalap berprestasi dunia Marc Márquez turut mengungkapkan antusiasmenya. “Mencapai tingkatan tertinggi dalam balap tidak pernah hanya soal kecepatan, melainkan tentang kerja keras dan kemauan untuk terus belajar dari setiap kesulitan,” kata Márquez. Ia berharap inisiatif ini mampu menumbuhkan kepercayaan diri bagi anak-anak muda untuk terus mencoba dan percaya pada kemampuan mereka sendiri.
Melalui sinergi antara dunia balap, kepedulian sosial, dan pemberdayaan komunitas ini, jejak positif yang ditinggalkan di Lombok diharapkan mampu menjadi sulut api semangat bagi generasi masa depan Indonesia untuk terus melaju kencang meraih cita-cita.












