AUTOINDO.ID, KARAWANG–Keselamatan di jalan raya selalu bermula dari empat titik kecil yang menopang seluruh beban kendaraan: ban. Menjelang arus mudik 2026 yang diprediksi kian padat, kesiapan ban menjadi faktor krusial, terutama bagi pengguna mobil hybrid yang memiliki karakteristik bobot lebih berat dan sistem penggerak kombinasi mesin bensin serta motor listrik.
Melihat tingginya mobilitas masyarakat, Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan mudik mencapai 143,91 juta orang atau 50,6% dari total populasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 76,24 juta orang diperkirakan menggunakan kendaraan pribadi. Lonjakan ini menuntut perhatian ekstra pada kondisi kendaraan, termasuk komponen vital seperti ban yang berperan dalam efisiensi energi, stabilitas, dan keselamatan.
Di tengah dinamika tersebut, PT Bridgestone Tire Indonesia atau Bridgestone Indonesia mengingatkan pentingnya persiapan matang sebelum perjalanan jauh. Perusahaan ini menyoroti bahwa mobil hybrid membutuhkan ban dengan spesifikasi tepat agar performa tetap optimal sepanjang perjalanan.
“Mudik Lebaran adalah momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman tercinta. Persiapan ban yang tepat, khususnya bagi pengguna mobil hybrid, akan sangat membantu menjaga efisiensi energi sekaligus keselamatan di jalan. Bridgestone melalui jaringan mitra ritel TOMO (toko model) hadir untuk mendukung masyarakat agar dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat,” tutur Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno.
Ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan. Pertama, memilih ban dengan hambatan gulir rendah (low rolling resistance) untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi CO₂. Kedua, memastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan dan diperiksa saat kondisi ban dingin. Tekanan ideal tidak hanya menjaga konsumsi energi tetap efisien, tetapi juga meningkatkan stabilitas kendaraan.

Selain itu, kondisi fisik ban wajib dicek secara menyeluruh. Kedalaman alur tidak boleh melewati batas TWI (tread wear indicator), serta harus bebas dari retakan, benjolan, atau keausan tidak merata. Spooring, balancing, dan rotasi ban sebelum perjalanan jauh juga sangat disarankan. Tak kalah penting, ban cadangan dan perlengkapan darurat seperti dongkrak serta kunci roda harus dipastikan dalam kondisi siap pakai.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan berkendara, Bridgestone Indonesia juga memperluas jaringan TOMO di jalur strategis mudik, termasuk wilayah Jawa Tengah, Banten, dan Kepulauan Riau. Langkah ini memperkuat akses layanan perawatan ban bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Dengan persiapan menyeluruh, perjalanan mudik tak sekadar menjadi tradisi tahunan, melainkan momentum pulang kampung yang aman, nyaman, dan penuh makna.












