AUTOINDO.ID, JAKARTA–Langkah strategis diambil oleh PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) dengan membanderol rangkaian motor listrik terbarunya mulai dari harga Rp15 jutaan. Kehadiran enam varian—yaitu QT, QT Pro, Adora, Sprinto, Tyranno, dan Tyranno X—dihadirkan untuk memberikan efisiensi biaya operasional harian serta kemudahan memilih kendaraan yang paling sesuai dengan kantong maupun karakter perjalanan konsumen di Indonesia.
Melalui penetapan harga yang kompetitif, varian QT menjadi pilihan paling terjangkau seharga Rp15.000.000 (OTR Jabodetabek) dengan jarak tempuh 70 km, sedangkan QT Pro menawarkan daya jelajah hingga 140 km seharga Rp18.800.000.
Pada segmen menengah Rp20 jutaan, model Adora dan Sprinto siap menunjang mobilitas harian dengan fitur modern seperti TCS, HSA, hingga konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara itu, lini Tyranno dan Tyranno X menyasar pengguna yang menyukai gaya *adventure* serta membutuhkan jarak tempuh ekstra jauh hingga 160 km.

Penyediaan varian yang beragam ini mempermudah masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa perlu langsung merogoh kocek terlalu dalam. Penyesuaian spesifikasi baterai dan fitur pada setiap tipe menjamin bahwa efisiensi penggunaan energi serta biaya perawatan jangka panjang dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan penglaju urban.
Kehadiran jajaran motor listrik ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap kepemilikan kendaraan roda dua berbasis baterai.
“Saat ini konsumen semakin rasional dalam menentukan kendaraan. Bukan hanya melihat harga saat membeli, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana kendaraan tersebut digunakan setiap hari dan biaya yang mengikuti setelahnya. Karena itu, kami menghadirkan pilihan produk dengan rentang harga, karakter, dan kemampuan yang berbeda agar masyarakat dapat memilih motor listrik yang paling relevan dengan kebutuhannya,” tutur Pius Wirawan, CEO PT Indomobil Emotor Internasional.
Pentingnya pemahaman finansial jangka panjang dalam memilih moda transportasi juga kembali ditekankan oleh pihak manajemen.
“Kami ingin masyarakat melihat kendaraan listrik secara lebih menyeluruh. Harga tetap menjadi faktor penting, tetapi ada juga penggunaan energi, kebutuhan perawatan, jarak tempuh, hingga pola perjalanan sehari-hari yang perlu diperhitungkan. Semakin sesuai kendaraan dengan kebutuhan penggunanya, semakin optimal pula manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambah Pius.
Rangkaian pilihan yang fleksibel ini membuktikan kesiapan industri otomotif lokal dalam mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik yang praktis, ekonomis, dan relevan bagi mobilitas harian masyarakat.












