AUTOINDO.ID, ANDES–Ketangguhan sebuah kendaraan diuji bukan di jalan mulus perkotaan, melainkan di medan ekstrem yang menantang batas kemampuan mesin dan teknologi. Dari ketinggian lebih dari 5.000 meter di Pegunungan Andes hingga kerasnya Gurun Atacama yang dikenal sebagai wilayah paling kering di dunia, JETOUR T1 hadir membuktikan performanya dalam kondisi nyata yang tidak bisa direkayasa.
Sebagai bagian dari strategi global Travel+, JETOUR mengembangkan kendaraan ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan partner perjalanan yang mampu menggabungkan kenyamanan, teknologi, dan daya tahan dalam satu paket. Pendekatan ini mencerminkan perubahan kebutuhan konsumen modern yang menginginkan kendaraan serbaguna, baik untuk mobilitas harian maupun eksplorasi.
Pengujian di Pegunungan Andes menjadi salah satu tolok ukur paling krusial. Lingkungan dengan tekanan udara rendah dan kadar oksigen minim seringkali menjadi “musuh” bagi performa mesin. Namun, mesin 2.0T Turbocharged pada JETOUR T1 mampu melakukan cold start hanya dalam satu kali percobaan, meskipun kadar oksigen jauh di bawah kondisi normal. Hal ini menunjukkan tingkat adaptasi mesin yang tinggi sekaligus kalibrasi teknologi yang matang.
Tak hanya itu, sistem XWD Intelligent All-Wheel Drive memungkinkan distribusi torsi secara real time, memastikan kendaraan tetap stabil saat melintasi pasir longgar maupun jalur curam. Dukungan teknologi seperti Electronic Limited Slip Differential dan Bosch ESP 9.3 juga berperan penting dalam menjaga kendali kendaraan di tengah terpaan angin kencang dan permukaan jalan yang licin.

Pengujian berlanjut di Gurun Atacama, wilayah ekstrem dengan kelembapan sangat rendah, suhu yang fluktuatif, serta paparan debu korosif. Dalam kondisi ini, JETOUR T1 kembali menunjukkan ketangguhannya dengan mampu keluar dari jebakan pasir sedalam 30 cm dan menaklukkan tanjakan hingga 30°. Distribusi torsi hingga 390 Nm menjadi kunci utama performa tersebut.
Menariknya, tidak hanya aspek performa yang diuji, tetapi juga kenyamanan. Kabin tetap bersih dari debu berkat filter udara CN95, memastikan kualitas udara bagi penumpang tetap terjaga meskipun berada dalam badai pasir.
Rangkaian pengujian ini menegaskan bahwa inovasi teknologi harus dibuktikan melalui pengalaman nyata, bukan sekadar klaim. Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, mengatakan, “Melalui pengujian di berbagai kondisi ekstrem di dunia, kami ingin memastikan bahwa setiap teknologi dan kapabilitas yang kami tawarkan benar-benar relevan dan memberikan rasa percaya diri bagi konsumen dalam setiap perjalanan mereka. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Jetour untuk menghadirkan kendaraan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, tangguh, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.”












