AUTOINDO.ID, SEMARANG–Regenerasi menjadi tantangan penting dalam dunia motorsport Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan dan tuntutan kompetisi yang semakin tinggi, lahirnya talenta muda tidak bisa hanya mengandalkan bakat, melainkan membutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan. Semangat inilah yang kembali terlihat pada ajang Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026 Putaran 2 yang berlangsung di Sirkuit POJ City, Semarang.
Melalui program The Legend Continues, Team RS-Telkomsel 5G kembali menurunkan pasangan pereli dan navigator, Rifat Sungkar bersama putranya, El Mayka Sungkar. Bagi mereka, keikutsertaan dalam ajang ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjadi bagian dari perjalanan panjang membentuk generasi baru reli Indonesia.
Lintasan POJ City yang memiliki karakter cepat dan mengalir dengan rangkaian tikungan teknis menjadi ruang belajar ideal bagi Mayka untuk mengembangkan kemampuannya sebagai navigator muda. Proses tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
“Mayka menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Saat ini dia sudah mulai dapat berorientasi dan membuat pace note sendiri. Hal itu merupakan kemajuan yang signifikan. Dia menjadi lebih sensitif terhadap detail lintasan, lebih rajin mempelajari catatan, bahkan sering menulis ulang pace note di saat senggang. Saya melihat proses belajarnya berjalan ke arah yang tepat,” ujar Rifat.

Perkembangan tersebut tidak hanya terlihat dari kemampuan membaca lintasan, tetapi juga dari pemahaman teknis yang semakin matang. Menurut Rifat, diskusi mengenai karakter tikungan, jarak, dan strategi balap kini menjadi bagian penting dalam persiapan mereka.
“Sekarang Mayka sudah lebih sering saya ajak berdiskusi mengenai tikungan, jarak, dan berbagai aspek teknis lainnya. Dari situ saya melihat tingkat akurasinya semakin baik. Untuk putaran ini, target utama kami adalah menambah jam terbang, meningkatkan kelancaran membaca pace note, dan memperkaya pengalaman kompetisi,” lanjutnya.
Pada putaran ini, keduanya akan bersaing di Kelas R3 yang dikenal memiliki tingkat kompetisi tinggi. Situasi tersebut dimanfaatkan Rifat untuk memperkenalkan pemahaman lebih luas mengenai strategi dan peta persaingan.
“Saya ingin Mayka mulai memahami peta kompetisi yang ada di kelas kami. Mengenali kompetitor merupakan bagian penting karena nantinya akan berkaitan dengan strategi balap. Saya ingin dia belajar melihat kompetisi secara lebih luas, bukan hanya fokus pada mobil yang kami gunakan,” katanya.
Bagi Rifat, keberhasilan program The Legend Continues tidak diukur dari podium semata. Yang jauh lebih penting adalah pembentukan karakter, pengalaman, dan konsistensi menjalani proses.
“Saya tidak menjadikan hasil lomba sebagai parameter utama keberhasilan Mayka. Yang paling penting adalah bagaimana dia terus berkembang, membuka jaringan dengan pereli lain, belajar dari lingkungan kompetisi, serta menunjukkan konsistensi untuk menjalani musim balap secara penuh. Semua itu merupakan fondasi yang jauh lebih penting bagi masa depannya di dunia motorsport,” tegas Rifat.
Didukung penuh oleh Telkomsel 5G, program The Legend Continues dirancang dalam lima fase hingga 2031. Melalui tahapan tersebut, El Mayka Sungkar diproyeksikan tumbuh menjadi pereli yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus melanjutkan estafet prestasi reli Indonesia di masa depan.












