AUTOINDO.ID, JAKARTA–Kepadatan lalu lintas, risiko kecelakaan yang tinggi, serta tantangan operasional di berbagai wilayah Indonesia menjadi latar nyata bagi perkembangan teknologi keselamatan transportasi saat ini. Di tengah kondisi tersebut, Geotab, pemimpin global dalam solusi transportasi terhubung, video, dan pelacakan aset, meluncurkan GO Focus Plus® di Jakarta, Indonesia, pada 7 Mei 2026 sebagai upaya baru untuk mendorong pencegahan kecelakaan armada secara lebih proaktif.
GO Focus Plus merupakan kamera dasbor berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dilengkapi dengan sistem video intelijen dan fitur coaching suara di dalam kabin secara real-time. Teknologi ini dirancang untuk membantu pengemudi segera menyadari dan memperbaiki perilaku berisiko seperti penggunaan ponsel saat berkendara, kelelahan, hingga jarak aman yang tidak terjaga. Geotab menyebutkan bahwa sistem ini mampu menurunkan perilaku tailgating hingga 90 persen dan penggunaan ponsel saat berkendara hingga 95 persen, menunjukkan potensi besar dalam membentuk kebiasaan berkendara yang lebih aman.
Peluncuran ini menjadi relevan di tengah fakta bahwa Indonesia masih menghadapi lebih dari 155.000 kecelakaan lalu lintas setiap tahun, dengan hampir 90 persen disebabkan oleh faktor manusia. Situasi ini diperparah oleh kompleksitas operasional armada, mulai dari kemacetan perkotaan hingga jalur logistik jarak jauh yang sering kali minim konektivitas.
Dalam konteks tersebut, Ezanne Soh, Associate Vice President, Southeast Asia, Geotab, menegaskan perubahan pendekatan yang kini terjadi di industri transportasi. “Di Indonesia, keselamatan berkendara di jalan dipengaruhi oleh kombinasi perilaku manusia dan kondisi lalu lintas yang sangat dinamis,” tutur Ezanne Soh. Ia menambahkan bahwa tekanan dari regulator, pelanggan, dan perusahaan asuransi mendorong perusahaan untuk beralih dari evaluasi insiden setelah kejadian menjadi pencegahan risiko secara langsung dan real-time.
GO Focus Plus juga dirancang dengan Edge AI yang memungkinkan deteksi risiko bahkan tanpa koneksi internet, menjadikannya tetap efektif di jalur seperti Trans-Jawa maupun Trans-Sumatra. Sistem ini mampu memahami konteks lalu lintas Indonesia yang unik, termasuk kondisi padat dan manuver kendaraan roda dua yang kerap terjadi secara tiba-tiba.
Dari sisi operasional, fitur coaching pengemudi secara langsung, analisis video berbasis AI, serta integrasi dengan platform MyGeotab memungkinkan perusahaan armada mengelola keselamatan secara lebih terstruktur. Hal ini tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga efisiensi bahan bakar, pengurangan waktu idle, hingga optimalisasi rute perjalanan di tengah harga bahan bakar yang mencapai Rp10.000–13.000 per liter.
“Penggunaan bukti video juga memperkuat transparansi dalam klaim asuransi dan membantu melindungi pengemudi dari tuduhan yang tidak akurat,” demikian penjelasan dalam laporan peluncuran tersebut.
Lebih jauh, GO Focus Plus dikembangkan dengan prinsip privacy-in-design yang selaras dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), memastikan keseimbangan antara keselamatan dan privasi pengguna.
Dengan hadirnya teknologi ini, Geotab menegaskan langkahnya dalam membangun ekosistem transportasi yang tidak hanya responsif terhadap insiden, tetapi juga mampu mencegah risiko sebelum terjadi. Transformasi ini membuka arah baru bagi industri armada di Indonesia menuju sistem yang lebih aman, efisien, dan bertanggung jawab di masa depan.












