AUTOINDO.ID, TANGERANG–Ketakutan akan tingginya biaya perawatan serta ketidakpastian layanan purna jual sering kali menjadi kerikil dalam sepatu bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV). Era baru industri otomotif tidak lagi hanya berputar pada canggihnya fitur atau desain yang futuristik, melainkan pada jaminan kenyamanan jangka panjang yang sanggup ditawarkan oleh produsen. Membedah lanskap tersebut, sistem penggerak Dual Mode (DM) hadir sebagai jawaban cerdas yang memadukan efisiensi electric-first dengan fleksibilitas mesin konvensional. Melalui ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 bertajuk “Own with Confidence”, PT BYD Motor Indonesia membuktikan bahwa elektrifikasi tidak harus membebankan kantong konsumen di kemudian hari.
Kerja terintegrasi antara High Efficiency Engine, Electric Hybrid System (EHS) dan Blade Battery memungkinkan kendaraan beroperasi hingga 80% dalam mode listrik pada skenario perkotaan. Dampaknya luar biasa: beban kerja mesin bensin berkurang drastis, sehingga interval servis berkala menjadi lebih panjang—cukup sekali dalam setahun atau setiap 20.000 km. Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, model seperti M6 DM bahkan mampu memangkas biaya perawatan berkala hingga 30% lebih hemat dibandingkan mobil konvensional sekelasnya.

“Di BYD, kami percaya bahwa pengalaman kepemilikan kendaraan dimulai jauh sebelum pelanggan berkendara untuk pertama kalinya dan terus berlanjut sepanjang masa kepemilikan. Karena itu, inovasi bagi kami tidak hanya berarti menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga memastikan setiap pelanggan didukung oleh layanan yang andal, ekosistem yang terintegrasi, serta jaringan yang terus berkembang. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan rasa percaya diri di setiap tahap perjalanan pelanggan, mulai dari memilih kendaraan, menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari, hingga memperoleh layanan purna jual yang memberikan ketenangan dalam jangka panjang,” tutur Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia.
Jaminan ketenangan tersebut kian solid berkat ekosistem purna jual yang masif. Pengguna dibekali garansi kendaraan hingga 6 tahun/150.000 km, garansi baterai & motor penggerak hingga 8 tahun/160.000 km, pembaruan perangkat lunak praktis via Over-the-Air (OTA) Updates, serta Roadside Assistance 24 jam. Lebih dari 100 jaringan diler pun telah disiapkan di berbagai wilayah Indonesia.
“Bagi BYD, layanan purna jual bukan sekadar memberikan solusi ketika pelanggan menghadapi kendala. Yang lebih penting adalah memastikan pelanggan selalu merasa didukung di setiap tahap kepemilikan kendaraan. Karena itu, kami menghadirkan ekosistem layanan yang saling terintegrasi, mulai dari Over-the-Air (OTA) Updates yang memungkinkan kendaraan terus memperoleh penyempurnaan tanpa perlu mengunjungi dealer, Roadside Assistance 24 jam dengan jangkauan hingga 50 km menuju dealer BYD terdekat, hingga Call Center bebas pulsa dan berbagai kanal digital yang memudahkan pelanggan mendapatkan informasi maupun dukungan kapanpun dibutuhkan. Dengan jaringan layanan yang terus berkembang, kami ingin memastikan setiap pelanggan menikmati pengalaman memiliki kendaraan yang praktis, nyaman, dan memberikan ketenangan dalam jangka panjang,” pungkas Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT. BYD Motor Indonesia.












