AUTOINDO.ID, TANGERANG–Ekosistem perjalanan masyarakat urban di kawasan megapolitan kini tidak lagi diukur dari seberapa banyak jumlah kendaraan pribadi yang terparkir di garasi rumah. Pergeseran pola pikir masyarakat modern justru makin mengarah pada kemudahan aksesibilitas serta efisiensi perpindahan antarmoda yang saling terhubung secara terpadu. Visi mobilitas masa depan berbasis konektivitas digital tersebut dibagikan oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) saat berkolaborasi dengan KINTO Indonesia dalam ajang otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang.
Sesi diskusi bertajuk From Ownership to Connected Mobility yang diprakarsai PT Toyota Astra Financial Services (TAF) ini membedah transformasi mendasar transportasi publik, mulai dari perubahan paradigma kepemilikan fisik hingga pemanfaatan layanan berlangganan fleksibel. Layanan transportasi BRT unggulan warga ibu kota tersebut telah sukses ditransformasikan oleh Transjakarta menjadi sebuah platform mobilitas terpadu yang melayani sekitar 1,5 juta pelanggan setiap harinya. Melalui jangkauan jaringan yang menyapa lebih dari 92 persen populasi Jakarta, penguatan integrasi data secara waktu nyata serta optimalisasi aplikasi TJ terus diperkuat sebagai simpul utama penyambung moda bus, MRT, LRT, hingga kereta komuter.
“Masa depan mobilitas adalah tentang bagaimana masyarakat memperoleh akses terhadap transportasi yang aman, nyaman, efisien, terjangkau, dan terintegrasi. Untuk mewujudkannya diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, operator transportasi publik, industri otomotif, perusahaan pembiayaan, serta penyedia teknologi,” tutur Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza.

Sistem park and ride serta opsi transportasi penyambung akhir kini makin meluas dengan hadirnya layanan berlangganan mobil dari KINTO Indonesia. Skema penggunaan kendaraan tanpa kerepotan biaya perawatan rutin ini menjadi jembatan ideal bagi masyarakat yang ingin menuju halte atau stasiun terdekat sebelum melanjutkan perjalanan dengan angkutan massal. Peran strategis sektor keuangan dalam membentuk lanskap mobilitas baru turut ditekankan oleh TAF. Sinergi antara pembiayaan inovatif, armada publik, dan digitalisasi menjadi kunci utama dalam menciptakan tata kota cerdas yang berkelanjutan.
“Kolaborasi lintas industri dan pemangku kepentingan merupakan akselerator transformasi mobilitas Indonesia. Dengan menyatukan peran dan keunggulan masing-masing, kami optimistis dapat menghadirkan ekosistem mobilitas yang semakin terhubung, menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mendukung terwujudnya kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” ujar Direktur TAF Ezar Kumendong.
Komitmen berkelanjutan untuk membangun ruang transportasi inklusif juga terus dilayangkan oleh Astra Financial sepanjang pameran GIIAS 2026. Integrasi harmonis antara kendaraan pribadi fleksibel dan bus angkutan massal membuktikan bahwa efisiensi perjalanan kini hadir tanpa harus terbeban oleh kepemilikan kendaraan secara penuh.












