AUTOINDO.ID, JAKARTA–ZXMoto tentu belum sepopuler Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki, dan Ducati. Merek sepeda motor asal China itu bahkan disebut-sebut baru berusia sekitar dua tahun. Tetapi dalam balapan World Supersport atau disingkat WorldSSP (event pendukung World Superbike/WSBK) di sirkuit Portimao, Portugal, 28–29 Maret 2026 lalu, ZXMoto sukses mengasapi merek-merek senior tersebut, yang sudah puluhan tahun berpengalaman di ajang balap dunia.
Peristiwa itu sangat mengejutkan dunia otomotif. Betapa tidak, sepeda motor ZXMoto dikabarkan hanya berharga sekitar 6.400 USD atau setara Rp 108 juta (kurs 1 USD = 17.000). Silakan bandingkan dengan banderol lawan-lawannya dari merek-merek kondang itu yang mendekati satu miliar rupiah, bahkan ada yang di atas satu miliar rupiah per unitnya. Belum lagi fakta bahwa merek China itu baru berumur dua tahun alias masih bisa dianggap sebagai perusahaan start up. Keikutsertaannya di ajang WorldSSP pun baru tahun ini alias debutan.
Di balapan Portugal tersebut, joki andalan ZXMoto, yakni Valentin Debise, menyapu bersih balapan hari pertama (R1) dan hari kedua (R2) dengan podium puncak. Melarikan ZXMoto 820RR-RS hasil racikan tim ZXMoto Factory Evan Bros Racing, pembalap asal Prancis berumur 34 tahun itu berhasil finish dengan jarak yang cukup meyakinkan di depan lawan-lawannya. Zhang Xue, pendiri pabrikan ZXMoto, terlihat menangis tersedu-sedu di depan layar monitor menjelang usainya lap terakhir di balapan R2. Dan kemudian berteriak dan melompat kegirangan saat Debise benar-benar berhasil melewati garis finish. Bahkan Zhang masih menangis ketika pembalapnya naik podium untuk menerima piala.

Sejak didirikan pada bulan April 2024 di kota Chongqing, fokus ZXMoto memang ingin berkiprah di kancah balap internasional. Zhang Xue dikenal sebagai penggemar motorsport dan terobsesi untuk membawa merek motor China mengalahkan merek Jepang dan Eropa di kancah dunia.
Namun, yang menarik adalah filosofi Zhang Xue dalam membangun sepeda motor, yakni harus berperforma tinggi tetapi harganya lebih murah daripada merek lain. Ajang balap WorldSSP dan WorldSBK memang mengadu motor-motor produksi massal yang dijual untuk umum. Berbeda dengan MotoGP yang mengadu motor khusus (prototipe).
Bagaimana bisa ZXMoto 820RR-RS berbanderol lebih murah dibanding motor sejenis dari Ducati, Honda, Kawasaki, dan Yamaha? Motor bermesin 3-silinder-segaris dengan kapasitas 818,8 cc ini dirakit di China dengan upah buruh yang relatif murah, termasuk memakai bahan baku (material) dari dalam negeri.
Meski demikian, komponen seperti rem Brembo, suspensi Öhlins, dan knalpot Akrapovič tetap diambil dari luar, karena jatuhnya lebih murah ketimbang mengembangkan sendiri. ZXMoto juga memangkas harga dengan menjual langsung dari pabrik ke konsumen (menghindari lewat dealer). Alhasil 820RR-RS cuma dibanderol sekitar Rp 108 juta.
Bandingkan dengan harga Ducati Panigale (salah satu kompetitor yang disasar ZXMoto 820RR-RS) yang mencapai Rp 800 juta hingga Rp 1,1 miliar (varian tertinggi). Zhang Xue lahir di provinsi Hunan pada tahun 1987 dan memulai karier otomotifnya sebagai mekanik muda di sebuah desa pada usia 17 tahun.
Ada hal “lucu” terkait rencana Zhang bersama timnya, yakni menargetkan naik podium pada tahun kedua dan memenangkan kejuaraan pada tahun ketiga. Namun yang terjadi adalah naik podium tertinggi pada awal keikutsertaannya di ajang WorldSSP.
Bila trend bagus ZXMoto di kancah WorldSSP terus berlanjut, bukan tidak mungkin kepercayaan publik dunia akan meningkat drastis. Sanggupkah kita membayangkan ada merek motor gede (moge) China yang petantang petenteng di antara moge Jepang dan Eropa tapi harganya lebih nyaman?
Redefinisi moge pun bisa terjadi: moge boleh mahal, tapi enggak mahal banget; dan moge boleh aja China, tapi kenceng banget. Pasar mobil listrik sudah diobrak-abrik merek China. Apakah kini giliran moge? (MH)












