AUTOINDO.ID, JAKARTA–Keselamatan berkendara saat mudik menjadi perhatian utama di tengah tingginya mobilitas masyarakat Indonesia menjelang Idul Fitri. Tradisi pulang kampung yang melekat kuat ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 143,91 juta pemudik pada tahun 2026. Meski jumlahnya sedikit menurun dari tahun sebelumnya, potensi kepadatan lalu lintas tetap tinggi sehingga membutuhkan kesiapan dan kesadaran ekstra dari setiap pengendara. Melihat kondisi tersebut, Garda Oto bersama OLXmobbi mengambil langkah edukatif melalui kegiatan OtomoTALKS yang melibatkan komunitas mobil di Jakarta.
Program ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul komunitas, melainkan ruang berbagi pengetahuan yang aplikatif. Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai profil dan layanan OLXmobbi yang menekankan pentingnya kualitas kendaraan melalui proses inspeksi profesional. Upaya ini bertujuan memastikan setiap mobil yang digunakan pelanggan berada dalam kondisi layak jalan, sehingga mendukung keamanan selama perjalanan jauh seperti mudik.
“Menjelang periode mudik dengan mobilitas yang tinggi, penting bagi setiap pengendara untuk memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi prima. Di OLXmobbi, kami berkomitmen menghadirkan kendaraan yang telah melalui proses inspeksi oleh tenaga profesional sehingga kualitas dan kelayakannya lebih terjamin. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi para anggota komunitas untuk lebih peduli terhadap kondisi kendaraan dan menerapkan perilaku berkendara yang aman selama perjalanan sekaligus menginspirasi mereka guna dapat diteruskan kepada masyarakat luas,” ujar Marketing Division Head OLXmobbi, Catherine Jennie.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan kendaraan melalui asuransi. Edukasi ini menyoroti berbagai aspek penting, mulai dari jenis perlindungan hingga prosedur klaim yang perlu dipahami oleh pengendara. Informasi ini menjadi krusial, terutama saat perjalanan jauh yang memiliki risiko lebih tinggi dibanding penggunaan harian.
Tidak hanya itu, aspek perilaku berkendara juga menjadi fokus utama melalui materi defensive driving. Pendekatan ini menekankan pentingnya sikap antisipatif, pengendalian emosi, serta kemampuan membaca situasi di jalan. Pengemudi diingatkan untuk menjaga jarak aman, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengenali batas kemampuan diri, termasuk waktu yang tepat untuk beristirahat.
“Setiap perjalanan mudik membawa harapan untuk kembali berkumpul dengan keluarga. Karena itu, keselamatan di jalan harus selalu menjadi prioritas utama. Dengan mempersiapkan kendaraan dan perlindungan dengan baik, berkendara secara bijak, serta menjaga kesadaran dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan, kita dapat menciptakan perjalanan yang lebih aman. Pada akhirnya, perjalanan yang paling berarti bukanlah yang paling cepat, melainkan yang membawa kita tiba di tujuan dengan selamat. Semoga melalui kegiatan kolaborasi ini, rekan-rekan komunitas mobil, sebagai pelopor keselamatan berkendara, dapat menyebarkan edukasi dan informasi keselamatan berkendara secara lebih luas, sehingga mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih peace of mind untuk kita semua,” pungkas Head of PR, Marcomm, & Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto.
Sebagai penutup, kegiatan ini juga menghadirkan penghargaan bagi komunitas yang aktif mengampanyekan keselamatan berkendara, sekaligus inspeksi kendaraan langsung bagi peserta. Melalui pendekatan kolaboratif ini, edukasi keselamatan tidak hanya berhenti pada individu, tetapi diharapkan menyebar lebih luas melalui komunitas sebagai agen perubahan di masyarakat.












