AUTOINDO.ID, JAKARTA–Tekanan biaya operasional yang terus berubah menjadi tantangan utama bagi pengemudi ride-hailing di Indonesia. Dalam keseharian yang dipenuhi kemacetan dan jam kerja panjang, setiap rupiah pengeluaran memiliki dampak langsung terhadap pendapatan bersih. Kondisi ini mendorong munculnya pendekatan baru yang lebih adaptif, salah satunya melalui model sewa kendaraan listrik yang mulai dilirik sebagai solusi praktis.
VinFast hadir dengan menawarkan skema sewa kendaraan listrik yang dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut. Alih-alih membeli kendaraan dengan biaya awal yang tinggi, pengemudi kini dapat langsung beroperasi dengan sistem sewa harian mulai dari Rp312.500. Pendekatan ini membuka peluang bagi lebih banyak mitra untuk beralih tanpa tekanan finansial di awal.
Di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, realitas di lapangan menunjukkan bahwa fluktuasi harga bahan bakar sering kali membuat penghasilan tidak menentu. Seorang pengemudi di Jakarta yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa setelah bertahun-tahun bekerja, biaya bahan bakar selalu menjadi perhatian utama. Dalam beberapa situasi, biaya pengisian bahan bakar di awal perjalanan dapat memangkas pendapatan secara signifikan di akhir hari.
Perubahan mulai terasa ketika alternatif kendaraan listrik semakin mudah diakses. Salah satu pengemudi mengaku menemukan informasi mengenai model sewa ini dari media sosial saat menunggu pesanan. Fleksibilitas menjadi daya tarik utama, karena pengeluaran harian bisa lebih terkendali dan tidak ada beban investasi besar di awal.
Selain itu, efisiensi biaya energi menjadi faktor penting. Pengemudi lain di wilayah Jabodetabek juga menilai bahwa salah satu daya tarik utama dari model ini adalah efisiensi biaya pengisian daya. Melalui program insentif VinFast saat ini, biaya pengisian dapat ditekan secara signifikan, bahkan dalam beberapa kasus dapat mendekati nol di stasiun tertentu.
Jika dilihat dari pola kerja, pengemudi umumnya menempuh jarak 200 hingga 300 kilometer per hari. Dalam sebulan, angka ini bisa mencapai hingga 9.000 kilometer. Pada kendaraan berbahan bakar bensin, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai jutaan rupiah. Sebaliknya, kendaraan listrik seperti Herio Green mampu menempuh lebih dari 300 kilometer dalam satu kali pengisian, dengan waktu pengisian cepat sekitar 30 menit dari 10% ke 70%.
Dalam jangka panjang, selisih biaya operasional ini memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi pengemudi. Meski belum semua siap beralih, tren ini menunjukkan perubahan pola pikir: dari sekadar mengejar pendapatan harian menjadi upaya membangun keberlanjutan finansial yang lebih pasti.












