AUTOINDO.ID, BEKASI–Suara mesin yang bekerja presisi, deretan robot otomatis, serta manusia yang berkolaborasi di dalam satu sistem produksi menjadi pengalaman baru yang membuka cakrawala bagi para penyandang disabilitas. Momentum Hari Disabilitas Internasional dimanfaatkan untuk menghadirkan ruang perjumpaan yang bermakna, di mana dunia industri tidak lagi terasa jauh, tertutup, atau eksklusif.
Melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) membuka pintu pabriknya di Kabupaten Bekasi bagi para siswa dan pendamping dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Wijayakusumah. Berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, kunjungan ini menjadi simbol bahwa industri manufaktur modern dapat tumbuh berdampingan dengan nilai kemanusiaan dan inklusivitas.
Bukan sekadar kunjungan industri, kegiatan ini dirancang sebagai pengalaman yang setara dan membangun rasa percaya diri. Para peserta diajak melihat langsung proses produksi kendaraan Hyundai yang mengandalkan teknologi canggih, sekaligus memahami bahwa ekosistem kerja di dalamnya menghargai keselamatan, kolaborasi, dan keberagaman sumber daya manusia. Pesan yang ingin disampaikan sederhana namun kuat: setiap individu memiliki ruang untuk berkontribusi.

Hyunchul Bang, President Director PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Selasa (23/12/2025), menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi global Hyundai, Progress for Humanity. “Hyundai percaya bahwa kemajuan sejati hanya dapat dicapai ketika semua orang memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkontribusi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa inklusivitas adalah nilai fundamental di Hyundai, baik dalam hubungan kami dengan masyarakat maupun dalam lingkungan kerja kami sendiri. Pabrik Hyundai bukan hanya tempat produksi kendaraan, tetapi juga ruang di mana keberagaman dihargai dan dirangkul,” ujarnya.
Komitmen tersebut tercermin secara nyata. Hingga 2025, Hyundai Motor Manufacturing Indonesia telah mempekerjakan sedikitnya 19 penyandang disabilitas di berbagai posisi, mulai dari lini produksi, perakitan, perawatan pabrik, hingga level manajerial. Kehadiran mereka di area produksi menunjukkan bahwa inklusivitas bukan sekadar slogan, melainkan praktik yang hidup dalam keseharian perusahaan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi kreatif melukis di atas tas kanvas. Lewat karya seni, para peserta mengekspresikan ide, harapan, dan imajinasi mereka. Aktivitas ini menjadi simbol bahwa setiap orang memiliki potensi unik yang patut diapresiasi, dengan caranya masing-masing.
Melalui sinergi antara industri, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan, Hyundai berharap langkah kecil ini dapat menumbuhkan kesadaran yang lebih luas. Peringatan Hari Disabilitas Internasional menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari teknologi, tetapi juga dari seberapa manusiawi sebuah ekosistem kerja dan sosial dibangun.












